Pasokan Air Warga Masih Menipis, BPBD Cimahi Perpanjang Upaya Penanganan Dampak Kekeringan

Warga RT 02 RW 02 Kelurahan Karangmekar mengantre membawa jerigen dan ember untuk mendapatkan pasokan air bers
Warga RT 02 RW 02 Kelurahan Karangmekar mengantre membawa jerigen dan ember untuk mendapatkan pasokan air bersih dari mobil tangki yang didistribusikan di permukiman padat penduduk, Kamis (5/11/2026). (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Meski hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah, dampak kemarau panjang di Kota Cimahi rupanya belum sepenuhnya berakhir. Ketersediaan air bersih yang masih terbatas membuat pemerintah kota Cimahi kembali menyalurkan bantuan air kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kali ini, distribusi air bersih dilakukan di RT 02 RW 02, Kelurahan Karangmekar, Kota Cimahi, Kamis (5/11/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengerahkan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Penyaluran tersebut melibatkan relawan I-Ready yang selama ini turut membantu kegiatan distribusi air bersih bersama BPBD Kota Cimahi. Bantuan diberikan menyusul mulai berkurangnya pasokan air dari sumur bor maupun jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Baca Juga:Ruang Kelas Berganti Tenda, Semangat Siswa SDN Cioray Bojonggambir Terap MenyalaPoliteknik Al Islam Bandung Gelar Pelatihan PPR Radiologi Konvensional Gelombang Kedua

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, mengatakan kegiatan distribusi air bersih tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah.

Menurutnya, meskipun hujan sudah mulai turun, intensitasnya belum merata dan belum berlangsung secara konsisten. Kondisi tersebut membuat ketersediaan air tanah belum sepenuhnya pulih.

“Distribusi air ini merupakan masih masih bukan bekas, bukan sisa, masih dalam rangka masa kekeringan kemarin. Walaupun sekarang kita lihat secara riil di lapangan, hujannya sudah mulai turun ya, tapi belum stabil,” kata Fithriandy, Jum’at (6/11/26).

Fithriandy menjelaskan, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan diprediksi mulai lebih rutin dalam kurun waktu dua hingga tiga pekan mendatang.

Selain mengantisipasi dampak kekeringan, BPBD Kota Cimahi juga mulai mempersiapkan langkah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Persiapan tersebut dilakukan seiring rencana penetapan status siaga hidrometeorologi di wilayah Kota Cimahi.

“Harapan dua minggu ke depan hujannya rutin, SK-nya sudah jadi, dan kita bisa lebih bersiap untuk menanggapi bencana,” bebernya.

Sebelumnya, Asisten Administrasi Umum Kota Cimahi Mochamad Ronny, mengungkapkan kemarau panjang tahun ini memberikan dampak cukup besar terhadap ketersediaan air bersih masyarakat.

Baca Juga:Siswa Belajar di Teras akibat Kelas Ambruk, Kapolres Tasikmalaya Langsung Turun TanganPengendara Tertib di Tasikmalaya Dapat Hadiah Kupat Tahu Mangunreja

Salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian adalah RW 02 Kelurahan Karangmekar. Pasalnya, sumber air dari sumur bor maupun jaringan PDAM mulai mengalami penurunan pasokan.

0 Komentar