“Banyak warga yang memerlukan karena sumur bor ataupun dari PDAM sekarang akhirnya sudah mulai kurang. Meskipun hujan beberapa kali sudah turun, tetap sumur dangkal itu airnya belum keluar,” kata Ronny pada awak media.
Ronny berharap peningkatan intensitas hujan dalam beberapa waktu mendatang dapat membantu memulihkan ketersediaan air tanah. Informasi BMKG juga menunjukkan potensi hujan masih akan terjadi sehingga diharapkan mampu memperbaiki pasokan air bersih bagi masyarakat.
Di sisi lain, ia turut menyoroti penurunan muka air tanah yang disebut mencapai hampir 15 sentimeter setiap tahunnya. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian bersama agar ketersediaan air tanah tidak terus mengalami penyusutan.
Baca Juga:Ruang Kelas Berganti Tenda, Semangat Siswa SDN Cioray Bojonggambir Terap MenyalaPoliteknik Al Islam Bandung Gelar Pelatihan PPR Radiologi Konvensional Gelombang Kedua
Karena itu, masyarakat didorong berperan aktif menjaga cadangan air tanah melalui pembangunan sumur resapan dan pembuatan lubang biopori. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan penyerapan air hujan ke dalam tanah.
“Jadi ketersediaan air tanah kalau yang membuat sumur air dangkal bisa terpenuhi,” tandasnya. (Mong)
