Meski berhasil ditemukan, polisi tidak langsung memulangkan R kepada keluarganya. Remaja tersebut untuk sementara ditempatkan di rumah aman guna mendapatkan pendampingan dan pemulihan psikologis.
“Anggota selalu bekerja dengan hati melayani masyarakat. Korban kami temukan dan sekarang kami titipkan di rumah aman sambil pemulihan psikologis kerja sama dengan KPAID dan UPTD PPA,” kata Heru.
Sementara itu, Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengungkapkan bahwa dari pendalaman sementara, terdapat persoalan ketidaknyamanan dalam lingkungan keluarga yang diduga menjadi salah satu latar belakang kepergian R.
Baca Juga:DPR Desak BPK Evalulasi WTP Kemenhut, Ada Potensi Kerugian Negara hingga Rp104 Triliun!Siapkan Fasilitas Penyimpanan Minyak Mentah di Dalam Negeri, Bahlil: Ini Survival Mode
Menurutnya, penanganan kasus ini tidak cukup hanya dengan memastikan anak kembali ditemukan. Kondisi psikologis anak maupun keluarga juga perlu mendapatkan perhatian agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
“Anak ada ketidaknyamanan di keluarga makanya kita lakukan pemulihan kedua belah pihaknya,” kata Ato.
Saat ini, R masih menjalani pendampingan di rumah aman dengan melibatkan KPAID dan UPTD PPA. Proses pemulihan dilakukan sebelum nantinya dipertimbangkan untuk kembali berkumpul bersama keluarganya.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan anak yang meninggalkan rumah tidak selalu bisa dilihat sebatas kenakalan atau keinginan bermain. Ada kemungkinan persoalan emosional maupun ketidaknyamanan yang perlu didengar dan dipahami oleh orang-orang terdekatnya.
Bagi Euis, ditemukannya sang putri tentu menjadi kabar yang melegakan setelah hampir tiga pekan diliputi kecemasan. Kini, harapan berikutnya adalah proses pemulihan berjalan baik sehingga hubungan anak dan keluarga dapat kembali terjalin dengan lebih nyaman. (Hen)
