Kinerja para pejabat yang dilantik juga akan dievaluasi secara berkala berdasarkan pencapaian target, kualitas pelaksanaan tugas, serta kontribusi terhadap kinerja organisasi. Evaluasi tersebut diharapkan memastikan setiap pejabat menjalankan amanah secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi pelayanan publik.
“Masyarakat menilai pemerintah dari kualitas pelayanan yang mereka terima dan persoalan yang berhasil kita selesaikan,” tegasnya.
Jeje menambahkan, agenda penataan jabatan berikutnya mencakup pengisian Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas, serta pengukuhan pejabat seiring penyesuaian nomenklatur organisasi.
Baca Juga:Jeje Tuntaskan Perbaikan 15 Ruas Jalan di Bandung Barat hingga Oktober 2026Jeje Ingin MTQH XI Jadi Momentum Pembinaan Generasi Qurani
“Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah memiliki tahapan, prioritas, dan jadwal pelaksanaan yang jelas dalam agenda penataan jabatan tersebut,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah KBB, Ade Zakir, mengatakan pengisian jabatan pada Inspektorat dan sejumlah posisi administrator di perangkat daerah akan menyusul. Namun, ia belum memastikan jadwal pelaksanaan rotasi, mutasi, dan promosi berikutnya.
Ade menyebutkan, pelaksanaan penataan jabatan tersebut akan mengikuti arahan Bupati dan diupayakan berlangsung secepatnya.
Hingga kini, terdapat 77 jabatan administrator yang masih kosong di lingkungan Pemkab Bandung Barat. Adapun pengisian jabatan Inspektur pada Inspektorat masih dalam proses.
“Masih dalam proses rotasi, mutasi, dan promosi. Yang ini, Disnaker dan Dispora, merupakan sisa proses sebelumnya, ditambah pejabat dari Disdukcapil karena rekomendasi Mendagri baru turun,” jelas Ade. (Wit)
