Jeje Ingin MTQH XI Jadi Momentum Pembinaan Generasi Qurani

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail saat menghadiri giat Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) XI
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail saat menghadiri giat Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) XI Tahun 2026 di wilayah Kecamatan Cililin. Kamis (15/10). Dok Prokompim KBB
0 Komentar

Jabar Ekspres – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail menekankan pentingnya pembinaan generasi muda melalui penguatan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits.

Jeje mengatakan, Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) XI Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an dan Hadits.

“Saya berharap kegiatan ini melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman dalam bersikap, bertindak, dan membangun kehidupan bermasyarakat,” katanya, Kamis (15/10/2026).

Baca Juga:Playlist Rewind 2026 Comeback di Bandung, Gandeng Playmaker, Peterpan hingga Burgerkill Siap Tampil!Sidang Teddy Darmansyah Kembali Digelar, Korban Akui Kerugian Membengkak

Selain melalui kegiatan keagamaan, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga terus memperkuat dukungan terhadap pendidikan dan pengembangan pesantren sebagai salah satu sarana pembinaan karakter generasi muda.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penetapan Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2026 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2022 tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren.

Jeje menjelaskan, regulasi tersebut menjadi landasan bagi pemerintah daerah untuk memfasilitasi pengembangan pesantren, mulai dari dukungan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas santri, hingga penguatan fungsi dakwah dan pemberdayaan masyarakat.

“Dalam waktu dekat, peraturan ini akan segera kami sosialisasikan kepada pesantren dan perangkat daerah terkait agar pelaksanaannya dapat dipahami dengan baik dan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ia berharap pesantren terus berkembang menjadi pusat pendidikan, pembinaan akhlak, dan pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat luas bagi kemajuan Kabupaten Bandung Barat.

Jeje juga mengajak pemerintah daerah, ulama, kalangan pesantren, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam membina generasi muda sekaligus mewujudkan Kabupaten Bandung Barat yang AMANAH dan berakhlakul karimah.

“Mari kita perkuat sinergi antara pemerintah daerah, ulama, pesantren, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Bandung Barat yang AMANAH dan berakhlakul karimah,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar