Manfaat nyata program perlindungan ini salah satunya sudah dirasakan oleh Jajang, warga Bayongbong, Kabupaten Garut. Pada tahun 2025 lalu, Jajang menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan setelah ayahnya yang bekerja sebagai petani meninggal dunia.
“Mudah-mudahan program gubernur ini seterusnya ada. Bagi yang belum mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, ayo segera daftar,” tutur Jajang penuh syukur.
Dukungan Penuh BPJS Ketenagakerjaan
Hadirnya program Asuransi Aing menyedot apresiasi positif dari jajaran BPJS Ketenagakerjaan. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Boby Foriawan, menyebut program ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Jawa Barat.
Baca Juga:Gelar Ganda UNY di Yogyakarta: Dominasi Srikandi dan Ksatria Kampus Warnai Puncak Campus League Futsal 2026Tzu Chi Hospital Hadirkan Layanan Kanker Terpadu dengan Teknologi Modern
Menurut Boby, perlindungan jaminan sosial merupakan kebutuhan mendasar bagi seluruh pekerja tanpa memandang jenis maupun lokasi pekerjaan. Risiko kecelakaan kerja hingga kematian dinilai berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi keluarga jika tidak diantisipasi dengan tepat.
“Melalui program Asuransi Aing, kami berharap semakin banyak pekerja informal yang mendapatkan akses perlindungan. Ini bentuk kepedulian pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada pekerja sekaligus melindungi keluarga yang menjadi tanggungan mereka,” papar Boby.
Ia menegaskan, BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci berkomitmen penuh mendukung perluasan kepesertaan ini lewat edukasi, sosialisasi, serta sinergi erat bersama pemerintah daerah.
“Dengan hadirnya Asuransi Aing, pekerja informal diharapkan dapat bekerja dengan lebih tenang dan keluarga memiliki perlindungan saat risiko sosial ekonomi terjadi,” pungkasnya. (jbr)
Apakah penataan layout atau gaya bahasa di atas sudah sesuai dengan tenggat cetak koran Anda hari ini? Jika ada data tambahan yang ingin disisipkan, silakan beri tahu! (*)
