92 Desa di Sumedang Gelar Pilkades Serentak Berbasis Digital, KDM Sebut Lebih Efisien dan Bisa Jadi Percontoha

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ketika mengecek pelaksanaan Pilkades digital di wilayah Cimalaka, Kabupaten
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ketika mengecek pelaksanaan Pilkades digital di wilayah Cimalaka, Kabupaten Sumedang pada Rabu (28/10/2026). (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebanyak 92 desa di wilayah Kabupaten Sumedang menggelar pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak secara elektronik pada Rabu (28/10/2026).

Sebelum digelar pelaksanaan Pilkades digital, berbagai persiapan sempat dilalui mulai dari pelatihan operator desa, pembentukan tim teknis hingga persiapan bimbingan teknis bagi panitia KPPS.

Pelaksanaan Pilkades digital berlangsung di 424 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Untuk setiap TPS, perangkat yang digunakan terdiri atas dua layar monitor dan satu printer termal. Sebanyak 92 tim teknis juga disiapkan untuk mendampingi pelaksanaan di masing-masing desa.

Baca Juga:Polres Tasikmalaya Intensifkan Patroli Dialogis Cegah Gangguan di Momen Peringatan Sumpah PemudaInilah Nilai-Nilai yang Perlu Ditanamkan Para Pemuda Menurut Sekda Jateng 

Terkait hal itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengecek langsung pelaksanaan Pilkades digital ke wilayah Cimalaka, Kabupaten Sumedang.

“Kemarin, kurang lebih dua minggu yang lalu, saya menelepon Bapak Bupati. Saya bilang, harus ekspansi digital,” katanya di lokasi.

Menurut Kang Dedi Mulyadi (KDM), pelaksanaan Pilkades digital dinilai dapat lebih efisien khususnya ketika perhitungan suara dilakukan.

“Bayangkan kalau misalnya jumlah pemilih sangat banyak, itu akan menyulitkan penghitungan, apalagi kalau ada beberapa jenis pemilihan,” bebernya.

Informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, penerapan Pilkades digital diawali oleh pihak Pemprov Jawa Barat yang terlebih dahulu mempelajari berbagai pengalaman daerah lain, sebelum menyusun konsep yang dianggap lebih efisien, aman, mudah digunakan, dan mampu menjaga validitas serta kerahasiaan suara.

Sejumlah daerah bahkan mulai tertarik mempelajari konsep tersebut. Kabupaten Cianjur dan Ciamis disebut tengah mempertimbangkan penerapan Pilkades digital.

Diberlangsungkannya Pilkades digital di wilayah Kabupaten Sumedang ini, ujar KDM, dapat menjadi percontohan untuk digelar di daerah yang lain.

Baca Juga:Taj Yasin Kawal Pembangunan Hybrid Seawall, Warga Demak Menatap Pemulihan TambakGaya Kepemimpinan Merakyat Ahmad Luthfi Curi Perhatian Para Akademisi Ilmu Sosial dan Politik

“Kalau kita sebut ini sebagai proyek percontohan (pilot project), mungkin nanti ada daerah lain yang mengikuti,” ujarnya.

“Tadi sudah disebutkan, sebelumnya Indramayu, tetapi belum masif di semua desa. Kemudian Karawang, itu juga belum masif di semua desa. Bekasi juga belum masif di semua desa,” lanjut KDM.

Gubernur menilai, ke depannya tak menutup kemungkinan pelaksanaan Pilkades berbasis digital dapat digelar di seluruh desa khususnya wilayah Provinsi Jawa Barat.

“Nah, nanti Subang semua desa, kemudian Ciamis semua desa, Cianjur semua desa, kemudian Karawang nanti semua desa,” pungkas KDM. (Bas)

0 Komentar