BANDUNG – Tes Kemampuan Akademik (TKA) resmi dimulai Senin (26/10). Meski tidak diwajibkan pemerintah, SMAN 24 Kota Bandung tidak menyepelekannya. Sekolah memastikan siswa siap menghadapi soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) melalui try out (TO) berulang.
Kepala SMAN 24 Kota Bandung Lia Aprilina, S.Pd., M.Pd., menegaskan minimal tiga kali TO digelar. “Bisa lebih, tergantung kesiapan masing-masing sekolah,” ujarnya.
Latihan ini penting karena TKA menuntut pemahaman konsep mendalam, bukan sekadar hafalan. Jawaban bisa bervariasi, namun siswa harus memilih yang paling tepat.
Baca Juga:Tak Perlu Antre Lama, Klaim BPJS Ketenagakerjaan Kini Bisa Lewat Antrean OnlinePermudah Pelaku Usaha Punya Rak Besi, ZayaAbadi Tawarkan 6 Produk Unggulan
Siswa mengerjakan soal serupa dari lembaga luar, bimbingan belajar, hingga inisiatif mandiri. Sekolah mendukung dengan buku latihan TKA dan pemantapan guru. Soal latihan hanya mirip, bukan identik. “Kalau sama, namanya bocor. Ini hanya kisi-kisi,” tegas Lia.
Ia tidak menjanjikan teknik instan. Hasil tetap bergantung pada potensi dasar siswa. Meski begitu, Lia optimistis karena siswa sudah terbiasa. Mereka yang memilih mata pelajaran sesuai minat biasanya lebih unggul.
Tantangan terbesar justru infrastruktur. Sekolah harus menyiapkan perangkat dalam jumlah memadai, memastikan listrik dan internet stabil. “Jangan sampai anak terkendala,” katanya.
Pendampingan intensif juga dijalankan. Hasil TKA memengaruhi rapor pendidikan sekolah. Semangat belajar siswa dinilai baik. Kelas XII bahkan meminta tambahan belajar tanpa disuruh. Sekolah membentuk tim pendamping. Terkait gawai, siswa makin cakap digital, namun diminta lebih bijak.
Tahun ini SMAN 24 menetapkan tiga target: seluruh siswa mengikuti TKA, pilihan mata pelajaran sesuai minat, dan hasil terbaik. Hampir semua universitas kini meminta nilai TKA dalam seleksi. “Kata pemerintah tidak wajib. Tapi menurut saya harus,” tegas Lia.
Hasil TKA menjadi cermin sejauh mana siswa dan sekolah belajar. Di hari pertama, Fryla Nazlaista Qirani, siswi kelas XII, mengaku sempat ragu menghadapi TKA Bahasa Indonesia. Kecemasan hilang begitu soal terbuka di layar. Ia menyelesaikan 30 soal dengan lancar: pilihan ganda biasa, kompleks, dan benar-salah.
Tes daring diawali lima soal latihan. Sebagian besar berbasis teks yang menuntut verifikasi informasi dan pemahaman bacaan.
