Reuni 40 Tahun Alumni ITB 86, Siap Bersinergi Atasi Persoalan Bandung hingga Berkontribusi untuk Indonesia

Reuni 40 Tahun Alumni ITB 86, Siap Bersinergi Atasi Persoalan Bandung hingga Berkontribusi untuk Indonesia
Reuni 40 Tahun Alumni ITB 86, Siap Bersinergi Atasi Persoalan Bandung hingga Berkontribusi untuk Indonesia
0 Komentar

Tema tersebut menjadi penegasan bahwa perjalanan 40 tahun para alumni bukan hanya tentang mengenang masa kuliah, tetapi juga mengenai bagaimana pengalaman yang telah diperoleh dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan memberikan dampak positif secara berkelanjutan.

*Alumni ITB 86 Siap Dukung Penyelesaian Persoalan Kota Bandung*

Salah satu perhatian yang mengemuka dalam reuni tersebut adalah berbagai tantangan perkotaan yang dihadapi Kota Bandung. Sebagai kota pendidikan sekaligus destinasi wisata, Bandung memiliki kebutuhan yang terus berkembang, terutama dalam hal pengelolaan transportasi, kemacetan lalu lintas, dan penanganan sampah.

Adrian Tisna mengatakan, para alumni ITB Angkatan 1986 terbuka untuk berkontribusi melalui pertukaran gagasan dan masukan berdasarkan kompetensi masing-masing. Namun, ia menegaskan bahwa kontribusi tersebut tidak dimaksudkan untuk menempatkan alumni sebagai pihak yang paling memahami seluruh persoalan.

Baca Juga:Update Kasus Penyerangan di Caringin, Sejumlah Terduga Pelaku Berhasil DicidukĀ Sunset di Pantai 2026 Bawa Pesan Konservasi, 102 Bibit Mangrove Ditanam di Pulau Pramuka

“Sebagai kota pendidikan dan pariwisata, Bandung dihadapkan pada sejumlah tantangan klasik seperti kemacetan lalu lintas, transportasi massal, hingga penanganan sampah. Menanggapi hal ini, para alumni ITB 86 menegaskan posisinya bukan sebagai pihak yang paling tahu, melainkan sebagai mitra terbuka bagi Pemkot Bandung dan pemerintah provinsi untuk merumuskan solusi Bersama,” ujar Ketua Alumni ITB Angkatan 86, Adrian Tisna.

Menurut Adrian, pendekatan kolaboratif menjadi penting karena persoalan perkotaan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, kalangan akademisi, pelaku usaha, serta masyarakat memiliki peran yang saling berkaitan dalam merumuskan dan menjalankan solusi.

Dengan latar belakang keahlian di bidang teknik sipil, transportasi, tata kota, hingga industri kreatif, alumni ITB 86 memiliki peluang untuk memberikan masukan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Selain persoalan infrastruktur dan lingkungan, pengembangan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif juga menjadi salah satu bidang yang dapat didorong melalui kolaborasi tersebut.

Adrian mencontohkan peluang pengembangan atraksi visual berupa video mapping di Kota Bandung. Inisiatif semacam ini dapat menjadi salah satu gagasan untuk memperkaya pengalaman wisata sekaligus mendorong kreativitas dan aktivitas ekonomi di perkotaan.

Kendati demikian, kontribusi alumni diharapkan tidak berhenti pada penyampaian gagasan. Sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting agar berbagai masukan dapat dikaji sesuai kebutuhan dan kapasitas pelaksanaannya.

0 Komentar