Jabar Ekspres – Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Prof. Dr. Agus Subagyo menekankan para lulusan bisa adaptif. Khususnya dalam perkembangan teknologi informasi era artificial intelligence (AI).
Prof Agus menguraikan, zaman berkembang dengan cepat. Para sarjana saat ini juga dihadapkan dengan tingginya angka pengangguran.
Karena itu, agar tak makin menambah pengangguran, maka lulusan perlu cepat adaptif. Secara prinsip, Unjani sendiri juga telah membekali para mahasiswanya sebelum diwisuda. Yaitu kemampuan hingga mental agar adaptif.
Baca Juga:Reuni 40 Tahun Alumni ITB 86, Siap Bersinergi Atasi Persoalan Bandung hingga Berkontribusi untuk IndonesiaUpdate Kasus Penyerangan di Caringin, Sejumlah Terduga Pelaku Berhasil DicidukĀ
“Pertama terkait dengan kemampuan IT. Sekarang kan zamannya artificial intelligence, digital, dan sebagainya. Maka kami bekali mahasiswa apapun prodinya agar tahu tentang kemampuan IT ataupun AI. Ini agar bisa adaptif terhadap perubahan, ” cetusnya di sela Wisuda Periode II Tahun 2026, Selasa (27/10).
Agus melanjutkan, Kampus Unjani juga telah berupaya membekali mahasiswanya beberapa kemampuan bahasa asing. Khususnya bahasa internasional yang diakui PBB. “karena sekarang kemampuan bahasa itu kan sangat menentukan di dunia kerja,” cetusnya.
Tak hanya itu, selain skill sesuai jurusan, para mahasiswanya juga telah digembleng berbagai pelatihan mental maupun kedisiplinan. “Disiplin, loyal, dan santun adalah bagian dari yang harus dimiliki oleh setiap lulusan agar lulusan itu cepat diterima di dunia kerja,” katanya.
Bahkan kampus juga sampai memberikan pelatihan teknis. Misalnya dari cara berpenampilan menarik hingga membuat surat lamaran kerja.
Dengan berbagai bekal itu, Unjani percaya bahwa 3.724 lulusannya kali ini dapat bersaing. Lulusan itu terdiri dari Sarjana Terapan, Magister, hingga Profesi. “Sebenarnya sebagian mahasiswa juga sudah ada yang bekerja. Misal para magister atau profesi. mungkin sekitar 30% itu mereka sudah bekerja, tinggal sekitar 60 sekian persenlah. Para fresh graduate itu belum bekerja,” tuturnya.
Selain itu, Prof Agus juga mendorong bahwa para lulusan untuk tidak hanya mengandalkan perusahaan untuk bekerja. Namun akan lebih baik jika berani memulai sebagai entrepreneur.
Apalagi para lulusan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Mereka banyak dibekali ilmu entrepreneur. “Jadi mereka membuat lapangan kerja sendiri, ” tutupnya. (son)
