Namun, ia menyadari bahwa lahan tersebut merupakan milik pemerintah sehingga keputusan akhirnya berada di tangan pemerintah.
“Itu mah ya terserah Pemkot saja, kalau saya mah enggak tahu apa-apa,” ujarnya.
Di tengah munculnya penolakan dari warga yang biasa menggunakan lapangan untuk bermain sepak bola, Entis memilih tidak berpihak. Ia mengatakan posisinya sebagai pedagang membuat dirinya tidak banyak bisa berbuat terkait rencana tersebut.
Baca Juga:Operasi Patuh Lodaya 2026 di Tasikmalaya Libatkan Tim Gabungan, Bidik Pelanggaran dan Tekan KecelakaanSambut 2027 dengan Nuansa Dunia Fantasi, Bigland Bogor Hotel Siapkan Gala Dinner hingga Grand Prize
“Dari saya mah enggak ke sana, enggak ke sini, soalnya kan saya kan jualan di sini. Enggak bisa apa-apalah,” tuturnya. (Mong)
