JABAR EKSPRES – Minat masyarakat Jawa Barat terhadap investasi pasar modal terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga September 2026, jumlah investor pasar modal di Jawa Barat tercatat mencapai 6.421.361 Single Investor Identification (SID). Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas investasi sekaligus menjadi peluang untuk memperkuat literasi keuangan di daerah.
Berdasarkan data yang dipaparkan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Barat dalam kegiatan Media Gathering pada 22 Oktober 2026, jumlah investor pasar modal di Indonesia mencapai 32.208.009 SID per September 2026.
Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi 2025 yang tercatat sebanyak 20.347.825 SID. Secara year-to-date (YTD), pertumbuhan investor pasar modal nasional mencapai sekitar 58,3 persen.
Baca Juga:Asuransi Jasindo Lindungi 3.000 Pelari Dahana Run 2026Cegah Kanker Serviks, UPI Sediakan 1.000 Dosis Vaksin HPV, Biaya Subsidi Jadi Rp290 Ribu
Sementara itu, Jawa Barat mencatatkan pertumbuhan investor sebesar 65,35 persen dibandingkan posisi akhir 2025. Dengan total lebih dari 6,4 juta SID, Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan potensi besar dalam mendukung perkembangan pasar modal nasional.
Kepala BEI Kantor Perwakilan Jawa Barat, Achmad Dirgantara, mengatakan peningkatan jumlah investor merupakan salah satu indikator berkembangnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal. Meski demikian, pertumbuhan tersebut perlu dibarengi dengan pemahaman yang memadai mengenai produk investasi dan risiko yang menyertainya.
“Pertumbuhan jumlah investor pasar modal, khususnya di Jawa Barat, menjadi perkembangan yang positif. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana masyarakat memahami produk investasi, potensi keuntungan, serta risiko yang menyertainya sebelum mengambil keputusan investasi,” ujar Achmad.
Menurutnya, peningkatan jumlah investor tidak cukup hanya dilihat dari sisi kuantitas. Masyarakat juga perlu memiliki bekal pengetahuan agar dapat menentukan instrumen investasi sesuai kebutuhan keuangan dan kemampuan menghadapi risiko.
Karena itu, BEI Kantor Perwakilan Jawa Barat terus mendorong kegiatan edukasi untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap pasar modal. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu calon investor mengenali mekanisme investasi sekaligus mengambil keputusan secara lebih terukur.
“Melalui edukasi yang berkelanjutan, kami berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal pasar modal dan memahami bagaimana berinvestasi sesuai dengan kebutuhan serta profil risikonya masing-masing,” tambahnya.
Investor Saham Jawa Barat Capai 2,13 Juta SID
