Cegah Kanker Serviks, UPI Sediakan 1.000 Dosis Vaksin HPV, Biaya Subsidi Jadi Rp290 Ribu

Upaya pencegahan kanker serviks terus diperkuat melalui perluasan akses vaksinasi Human Papillomavirus (HPV).
Upaya pencegahan kanker serviks terus diperkuat melalui perluasan akses vaksinasi Human Papillomavirus (HPV). Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengambil bagian dalam langkah tersebut dengan menyediakan hingga 1.000 dosis vaksin HPV bagi perempuan, mulai dari kalangan kampus hingga masyarakat umum.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Upaya pencegahan kanker serviks terus diperkuat melalui perluasan akses vaksinasi Human Papillomavirus (HPV). Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengambil bagian dalam langkah tersebut dengan menyediakan hingga 1.000 dosis vaksin HPV bagi perempuan, mulai dari kalangan kampus hingga masyarakat umum.

Program vaksinasi yang berlangsung di Gedung Gymnasium UPI, Kamis (22/10/2026), menjadi salah satu rangkaian peringatan Dies Natalis ke-72 UPI. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian perguruan tinggi terhadap kesehatan perempuan, khususnya dalam meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pencegahan kanker serviks sejak dini.

Sasaran vaksinasi tidak terbatas pada dosen dan mahasiswa. Tenaga kependidikan serta masyarakat umum di lingkungan sekitar kampus juga berkesempatan mengikuti program tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan kesehatan preventif sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat vaksinasi HPV.

Baca Juga:Motorola Hadirkan Tiga Smartphone Moto g Terbaru di Bandung, Harga Mulai Rp3,7 Jutaan dengan Dukungan 5GASUS Hadirkan Laptop Terbaik 2026 di Bandung, Tawarkan Garansi hingga 3 Tahun dan Teknologi AI Canggih

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi UPI, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., mengatakan program vaksinasi tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian kampus terhadap kesehatan perempuan.

Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan sebelum risiko penyakit berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

“Karena ternyata vaksin HPV ini sangat bermanfaat, terutama bagi perempuan. Memang untuk acara kali ini kita fokuskan hanya untuk perempuan, kaitannya dengan mencegah kanker serviks,” kata Tri Indri Hardini, Kamis (22/10/2026).

Pelaksanaan vaksinasi dirancang berlangsung dalam tiga tahap agar peserta dapat mengikuti rangkaian pemberian dosis sesuai jadwal yang telah ditentukan. Dosis pertama diberikan pada Oktober, dilanjutkan dosis kedua pada Januari, dan dosis ketiga direncanakan pada April.

Melalui skema tersebut, UPI berharap program vaksinasi tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan semata. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perempuan untuk semakin memperhatikan kesehatan diri serta memahami pentingnya langkah pencegahan terhadap penyakit yang berisiko mengancam kesehatan.

Tri Indri juga menekankan pentingnya edukasi untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi. Menurutnya, informasi yang tepat dapat membantu mengurangi kekhawatiran dan keraguan yang mungkin muncul, termasuk akibat pengalaman masyarakat terhadap vaksinasi sebelumnya.

“Sehat itu kan investasi. Jadi kita jangan berpikir saat sehat, karena kadang ada rasa takut atau keraguan setelah pengalaman vaksin sebelumnya. Tapi alhamdulillah setelah ada edukasi dan pemahaman, antusiasme masyarakat mulai terlihat,” ungkapnya.

0 Komentar