Festival 76 Indonesia Adalah Kita Gebrak Bandung Lewat Musik dan Street Culture

Festival 76 Indonesia Adalah Kita Gebrak Bandung Lewat Musik dan Street Culture
BMX salah satu street culture yang tersaji di Festival 76 Indonesia adalah Kita . (Sadam/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Semangat tersebut dinilai sejalan dengan pesan yang ingin dibawa Festival 76 Indonesia Adalah Kita, yakni mendorong anak muda untuk terus mencoba, berkarya, dan berani menunjukkan potensi mereka.

Marketing Officer Brand Djarum 76, Yeconia Davy Santoso, menambahkan pemilihan Oktober sebagai penutup rangkaian festival bukan tanpa alasan. Momentum tersebut berdekatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, yang identik dengan semangat persatuan dan perubahan.

Menurut Yeconia, semangat anak muda menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan ke arah yang lebih baik bagi bangsa.

Baca Juga:Musim Kemarau, Debit Air Baku Alami Penurunan hingga 40 PersenPeringati HSN 2026, Ahmad Luthfi Ajak  555 Ribu Santri Jateng Ikut Entaskan Kemiskinan

“Jadi, dengan alasan itu, semangatnya teman-teman yang masih muda masih punya semangat untuk perubahan yang lebih baik untuk negara ini,” ujar Yeconia.

Antusiasme serupa juga dirasakan band Rosemary yang tampil dalam festival tersebut. Mereka mengapresiasi penyelenggaraan acara yang mempertemukan banyak komunitas street culture, termasuk skateboard dan BMX, dalam satu panggung bersama musisi.

Indra dari Rosemary menilai, kegiatan semacam ini masih terbilang jarang ditemui, sehingga kehadirannya patut mendapat perhatian lebih luas.

“Bandung cukup luar biasa, karena memang vibes-nya beda,” ungkapnya.

Kehadiran Festival 76 Indonesia Adalah Kita pun menegaskan bahwa street culture bukan sekadar aktivitas komunitas, melainkan bagian dari ekspresi kreatif anak muda yang dapat tumbuh bersama musik, seni, dan semangat kebersamaan. (Dam)

0 Komentar