Hasil Lab MBG Negatif, Sanitasi Dapur Panyandaan Justru Bermasalah

Petugas menunjukan sampel uji laboratorium pemeriksaan deteksi keracunan makanan. Foto: Dimas Rachmatsyah / Ja
Petugas menunjukan sampel uji laboratorium pemeriksaan deteksi keracunan makanan. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Tim pemeriksa juga menemukan perangkap lemak atau grease trap untuk pengolahan limbah belum terpasang. Sementara itu, fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sudah tersedia masih menyisakan residu produksi lama di bagian dalam.

“Seharusnya IPAL bersih ketika tidak ada kegiatan produksi. Ini juga menjadi catatan, termasuk mekanisme pengolahan limbah dan pembuangan sampah yang masih perlu dievaluasi,” katanya.

Fauzan menegaskan, seluruh temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi Satgas MBG Bandung Barat sebelum dilaporkan kepada BGN. Mitra dan yayasan pengelola SPPG juga telah diminta segera memperbaiki fasilitas serta menindaklanjuti seluruh catatan hasil pemeriksaan.

Baca Juga:Aneka Bencana Mengancam Tasik, TAGANA Bekali Linmas Pengetahuan PenanggulanganKisah Perjuangan Santri Cipasung Lahirkan UU Pesantren  

“Jika catatan tersebut tidak ditindaklanjuti, kami akan menyampaikan hasilnya kepada BGN sesuai kondisi di lapangan, karena kewenangan pengawasan lebih lanjut berada pada BGN,” tegasnya.

Terkait Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Fauzan menyebut SPPG Panyandaan telah mengantongi sertifikat tersebut sejak Februari 2025. Namun, sertifikat itu berpotensi dicabut apabila persoalan yang ditemukan tidak ditangani sesuai ketentuan.

“SLHS-nya sudah dimiliki sejak Februari 2025. Namun, dengan adanya temuan ini, ada kemungkinan sertifikat tersebut dicabut,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar