Cegah Kanker Serviks, UPI Sediakan 1.000 Dosis Vaksin HPV, Biaya Subsidi Jadi Rp290 Ribu

Upaya pencegahan kanker serviks terus diperkuat melalui perluasan akses vaksinasi Human Papillomavirus (HPV).
Upaya pencegahan kanker serviks terus diperkuat melalui perluasan akses vaksinasi Human Papillomavirus (HPV). Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengambil bagian dalam langkah tersebut dengan menyediakan hingga 1.000 dosis vaksin HPV bagi perempuan, mulai dari kalangan kampus hingga masyarakat umum.
0 Komentar

Peningkatan pemahaman tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong masyarakat agar tidak hanya mencari pengobatan ketika sakit, tetapi juga mengambil langkah preventif untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Pemkot Bandung Dorong Cakupan Vaksinasi HPV Capai 97 Persen

Sejalan dengan upaya yang dilakukan UPI, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan juga terus mendorong perluasan cakupan vaksinasi HPV. Program ini menjadi salah satu langkah preventif untuk menekan risiko kanker serviks, terutama melalui pemberian perlindungan sejak usia dini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan cakupan vaksinasi HPV mencapai 97 persen. Salah satu kelompok yang menjadi sasaran utama adalah anak perempuan usia sekolah, khususnya siswi kelas V sekolah dasar (SD).

Baca Juga:Motorola Hadirkan Tiga Smartphone Moto g Terbaru di Bandung, Harga Mulai Rp3,7 Jutaan dengan Dukungan 5GASUS Hadirkan Laptop Terbaik 2026 di Bandung, Tawarkan Garansi hingga 3 Tahun dan Teknologi AI Canggih

Pemberian vaksin pada kelompok usia sekolah menjadi bagian dari upaya memperluas perlindungan sejak dini. Namun, menurut Sony, pelaksanaan vaksinasi perlu disertai edukasi agar masyarakat memahami manfaatnya dan tidak ragu untuk mengikuti program yang tersedia.

Sosialisasi yang berkelanjutan dinilai penting untuk membangun kesadaran bahwa pencegahan merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan. Dengan pemahaman yang memadai, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar mengenai vaksinasi HPV.

Di sisi lain, biaya masih menjadi salah satu tantangan dalam memperluas akses vaksin HPV secara mandiri. Harga vaksin yang relatif tinggi dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang ingin memperoleh perlindungan tersebut melalui fasilitas kesehatan.

Sony menjelaskan, harga vaksin HPV di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dapat mencapai sekitar Rp1,2 juta untuk setiap dosis. Besarnya biaya tersebut membuat dukungan subsidi menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat mendapatkan akses vaksinasi dengan harga yang lebih terjangkau.

“Kalau normal itu harganya bisa mencapai Rp1.200.000 per dosis. Melalui subsidi ini, harganya menjadi Rp290.000 per dosis,” ujar Sony.

Melalui dukungan subsidi dari pemerintah pusat dan pihak korporasi, biaya vaksinasi dapat ditekan menjadi Rp290.000 per dosis. Penurunan biaya tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh vaksin HPV sekaligus mendukung peningkatan cakupan vaksinasi.

0 Komentar