JABAR EKSPRES – Aparat kepolisian kini tengah melakukan proses penyelidikan terhadap insiden penyerangan oleh sekelompok orang kepada kendaraan pengendalian massa atau Dalmas, yang terjadi pada Selasa, 20 Oktober 2026 malam di Simpang Sulanjana, Kota Bandung.
Dikatakan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi, dalam insiden penyerangan oleh sekelompok orang tersebut sebanyak 3 anggota kepolisian dikabarkan mengalami luka-luka.
“Tiga orang mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Peristiwa ini akan kami selidiki secara menyeluruh. Anggota yang terluka sudah dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan medis,” ucapnya, Rabu, (21/10).
Baca Juga:Kampanye Telur Baik Sapa Pengunjung PIM 5, ICFA Ajak Konsumen Kenali Telur Ayam Bebas SangkarMemperkuat Kepemimpinan Cartenz Tactical di Om Industri Tactical Lokal Indonesia
Menurut informasi yang didapatnya, insiden tersebut terjadi ketika para anggota salah satunya yang menggunakan kendaraan Dalmas hendak kembali ke wilayah Dago Cikapayang, usai melakukan pengamanan aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa lokasi di wilayah Kota Bandung.
Namun setibanya di simpang Sulanjana, para anggota yang hendak kembali ke Dago Cikapayang tersebut, kata Dedi malah diserang oleh sekelompok orang dengan menggunakan berbagai benda mulai dari melempari batu, kembang api, petasan, hingga bom molotov.
“Untuk para pelaku, saat ini masih kami dalami. Situasi sudah kondusif. Kami juga telah melakukan patroli di sejumlah titik untuk mengantisipasi kejadian serupa. Dari hasil identifikasi rekaman CCTV, terdapat kemiripan antara beberapa rekaman yang kami bandingkan. Orang-orang yang sebelumnya melakukan aksi diduga memiliki kemiripan dengan mereka yang melakukan pelemparan,” ungkapnya.
“Yang jelas, mereka menyerang ketika kami hendak melakukan pergantian sif personel yang berjaga di sejumlah titik,” Imbuhnya.
Untuk diketahui, tepat 2 tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, pada Selasa, 20 Oktober 2026 kemarin, mahasiswa hingga elmen masyarakat di Kota Bandung nampak turun ke Jalan.
Mahasiswa hingga elmen masyarakat tersebut turun ke jalan bukan tanpa alasan, melainkan untuk menyuarakan keresahan yang dialaminya selama 2 tahun kepemimpinan Presiden Prabowo dan Gibran.
Seperti halnya di kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, mahasiswa hingga elmen masyarakat terus menyuarakan kerasahanya melalui berbagai orasi serta spanduk yang dibawanya.
Baca Juga:Pameran Tuntas, Pelaku Usaha Jabar Catatatkan Transaksi Rp 453,23 MiliarDihadiri Ferry Maryadi hingga Imam Darto, Tracker Resmikan Head Quarter di Bandung, 400 Riders Ramaikan Riding
Dalam orasi yang disuarakan dan dibawanya, mereka menuntut agar pemerintahan Prabowo dan Gibran dapat segera menghentikan monopoli dan perampasan tanah rakyat berkedok ketahanan pangan dan transisi energi yang telah menciptakan kerusakan lingkungan, kebakaran hutan, serta perampasan ruang hidup rakyat. Bubarkan Batalyon Teritorial Pembangunan, hentikan ekspansi perkebunan skala besar, jalankan Reforma Agraria Sejati.
