Tak hanya itu, ia juga dalam aksi kali ini menyoroti adanya ketimpangan daripada program kerja yang telah terjadi selama 2 tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Terus di poin ketiga, terkait dengan represivitas dan militerisasi. Kita sama-sama ketahui bahwasanya represivitas aparat per hari ini makin hari makin parah. Terusbpoin keempat, terkait dengan evaluasi kabinet dan program. Bahwasanya evaluasi ini ditujukan untuk menyeluruh, entah itu program ataupun kabinet. Kita sama-sama ketahui terkait dengan MBG, KDMP, sekolah tidak layak, dan lain-lainnya, itu negara tidak membuat piloting ataupun kerangka konseptual bagaimana program ini bisa berjalan ataupun tidak,” ungkapnya.
Maka dari itu dengan adanya aksi kali ini, Aria berharap melalui suara yang disampaikan ke Kantor DPRD Jawa Barat dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah Indonesia.
Baca Juga:Kampanye Telur Baik Sapa Pengunjung PIM 5, ICFA Ajak Konsumen Kenali Telur Ayam Bebas SangkarMemperkuat Kepemimpinan Cartenz Tactical di Om Industri Tactical Lokal Indonesia
“Terus terkait dengan kabinet, bagaimana per hari ini kabinet makin hari makin gemuk, kawan-kawan. One team press per hari kemarin sudah dilantik total 24 orang kalau tidak salah. Terus terkait dengan di poin kelima, terkait dengan pembangunan. Bagaimana pembangunan hari ini bisa menjadi keadilan bagi masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
(San).
