APBN 2027 Diarahkan Jadi Investasi untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

investasi
Ilustrasi pertumbuhan investasi di Indonesia. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

Langkah tersebut akan didukung melalui percepatan belanja pemerintah dan pemberian insentif yang diarahkan kepada kegiatan ekonomi produktif.

Sementara itu, pendekatan transformatif menitikberatkan pada penguatan hubungan antara kebijakan fiskal dan sektor keuangan. Pemerintah berupaya mendorong investasi, mempercepat industrialisasi, serta mengembangkan industri berorientasi ekspor agar perekonomian tidak hanya bergantung pada sumber pertumbuhan yang sudah ada.

Adapun pendekatan diplomatis diarahkan pada perluasan akses pasar internasional, peningkatan daya tarik investasi, serta pembukaan peluang perdagangan dan lapangan kerja di luar negeri.

Baca Juga:ASUS Hadirkan ASUS ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator dengan NVIDIA RTX Spark™ Pertama di IndonesiaEmas Digital di Indonesia Kian Diminati, Potensi Pasar Global Tembus US$700 Miliar

Dalam rancangan APBN 2027, pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp3.435,1 triliun dan belanja negara Rp4.106,3 triliun. Dengan komposisi tersebut, defisit anggaran direncanakan mencapai 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), masih di bawah batas maksimal 3 persen.

Alokasi belanja negara diarahkan untuk membiayai sejumlah program prioritas, termasuk pendidikan sebesar Rp824 triliun, perlindungan sosial Rp539,7 triliun, kesehatan Rp244,9 triliun, dan ketahanan pangan Rp195,3 triliun.

Di sisi penerimaan, sektor perpajakan tetap menjadi tulang punggung pendapatan negara dengan kontribusi sekitar 75 persen. Namun, peningkatan penerimaan dinilai perlu berjalan seiring dengan ekspansi kegiatan ekonomi dan perluasan basis usaha agar tidak hanya bergantung pada intensifikasi pemungutan pajak.

0 Komentar