JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menggenjot pelaksanaan bursa kerja (job fair) secara daring untuk memudahkan masyarakat mencari pekerjaan sekaligus merespons tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK).
Salah satu upaya tersebut dilakukan pada Selasa (20/10/2026). Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Pemprov Jabar memfasilitasi bursa kerja daring dengan memanfaatkan aplikasi Sapawarga. Dalam kegiatan tersebut, tersedia sekitar 1.900 lowongan pekerjaan bagi masyarakat.
Pencari kerja dapat mengakses aplikasi Sapawarga untuk melihat berbagai lowongan yang tersedia, kemudian memilih pekerjaan sesuai dengan keterampilan, kompetensi, dan minat masing-masing.
Baca Juga:Cegah Kejahatan Sejak Dini, Kapolres Tasikmalaya Turun ke Jalan Sosialisasikan Call Center 110Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing, Gubernur Ahmad Luthfi Terus Upayakan Pemadaman
Kegiatan serupa juga digelar pada Jumat (16/10/2026), dengan menyediakan 62 lowongan pekerjaan dari 23 perusahaan. Bursa kerja tersebut secara khusus menyasar wilayah Indramayu sehingga jumlah lowongannya lebih terbatas dibandingkan dengan kegiatan pada Selasa yang mencakup wilayah Bandung Raya.
Kepala Disnakertrans Jabar, I Gusti Agung Kim Fajar, menjelaskan bahwa kegiatan bursa kerja terus digencarkan sebagai salah satu upaya mengatasi berbagai persoalan ketenagakerjaan di Jawa Barat, termasuk tingginya angka PHK.
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, sebanyak 13.044 pekerja di Jawa Barat terdampak PHK selama Januari hingga September 2026.
“Spesifik soal PHK, kami juga berupaya koordinasikan dengan BPJS. Itu terkait hak JKP dan JHT pekerja yang kena PHK,” katanya, Selasa (20/10).
Selain mengupayakan pemenuhan hak pekerja terdampak PHK, Pemprov Jabar juga melakukan intervensi melalui penyediaan lapangan kerja baru. Karena itu, pelaksanaan bursa kerja terus didorong agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap peluang kerja.
Berdasarkan data aplikasi Sapawarga per 9 Oktober 2026, tercatat sebanyak 704.121 pencari kerja telah terdata dalam platform tersebut. Sementara itu, sebanyak 714 perusahaan telah berpartisipasi dengan menyediakan total 24.085 lowongan pekerjaan. Dari jumlah tersebut, tercatat 1.209 pelamar berhasil diterima bekerja.
“Kami juga asah skillnya. Kami mendorong peningkatan kompetensi melalui pelatihan berbasis kejuruan, antara lain otomotif, menjahit, barista, pengelasan, manufaktur, operator forklift dan pembuatan konten digital,” tuturnya. (son)
