Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perluasan akses pendidikan tinggi perlu berjalan beriringan dengan kebijakan pembiayaan yang tepat sasaran, sehingga dukungan negara dapat menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Perkuat Tata Kelola dan Kesejahteraan Sivitas Akademika
Untuk mendukung keberlanjutan transformasi institusi, UPI juga melakukan penguatan tata kelola dan optimalisasi aset universitas.
Dalam bidang akuntabilitas, laporan keuangan konsolidasian UPI tahun 2025 memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). UPI juga mempertahankan predikat AA atau Sangat Memuaskan dalam evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.
Baca Juga:YORUN 2026 Siapkan Mobil Listrik dan 7 Motor Yamaha Filano, Rizky Febian Siap Meriahkan AcaraFiberStar Dorong Efisiensi dan Keandalan Jaringan Bisnis melalui Solusi Digital Terintegrasi di Bandung
Selain itu, UPI memperoleh tiga penghargaan kehumasan melalui TOP GPR Awards dan Anugerah Humas Indonesia (AHI), serta penghargaan dari KONI Pusat sebagai Lembaga Pendidikan Berprestasi Terbaik atas kontribusinya dalam pengembangan olahraga prestasi dan pembinaan sumber daya manusia olahraga.
UPI turut menerima Penghargaan Niaga Werdhitama dari Kementerian Perdagangan RI atas kemitraan multidisiplin dalam pendampingan dan penguatan merek usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam upaya meningkatkan kapasitas kelembagaan, UPI juga berusaha memperluas lahan Kampus Bumi Siliwangi yang saat ini memiliki luas sekitar 37 hektare. Upaya tersebut dilakukan melalui pengajuan hibah tanah kepada pemerintah kabupaten/kota, provinsi, hingga pemerintah pusat.
Optimalisasi aset juga dilakukan melalui pengelolaan sejumlah fasilitas dan properti universitas, termasuk Hotel Ponty, lahan dan bangunan di Jalan Banten, Kampus UPI Padasuka, Asrama Pasirlayung, Isola Training Center, serta TC Serang, Banten. Untuk memperkuat pengelolaan usaha internal kampus, UPI membentuk UPI Business Center.
Sementara itu, kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan menjadi perhatian melalui program Maslahat Tambahan Berdampak (MTB) yang mulai diterapkan pada 2026. Alokasi anggaran untuk program tersebut meningkat dari sebelumnya Rp120 miliar menjadi Rp200 miliar.
Pendistribusian MTB dikaitkan dengan capaian tridarma dosen dan kinerja tenaga kependidikan, dengan harapan dapat mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan sivitas akademika secara berkeadilan.
Memasuki usia ke-72, UPI berupaya menjaga identitasnya sebagai perguruan tinggi yang berakar pada pendidikan, sekaligus memperluas kontribusi melalui kolaborasi nasional dan internasional. Dengan penguatan kualitas akademik, inovasi, tata kelola, dan pengabdian kepada masyarakat, tema Melesat Berdampak diarahkan menjadi pijakan bagi UPI untuk menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan kemajuan bangsa. (*)
