“Kami di sini dari Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pasundan bersama dengan beberapa pimpinan fakultas yang lain, menyuarakan tentang Panca Cipta yang sudah kita gaungkan sebagai hal yang harus diciptakan oleh kabinet Prabowo-Gibran untuk menciptakan suatu keadilan sosial bagi masyarakat Indonesia,” katanya di lokasi aksi.
Muamar menjelaskan, sejumlah isu yang menjadi perhatian mahasiswa meliputi persoalan ekonomi, pendidikan, dugaan tindakan represif aparat TNI-Polri, evaluasi kebijakan pemerintah, hingga pembangunan.
Sementara itu, Menteri Kajian Aksi Strategis BEM Unpas, Aria Rangga Saputra, menilai persoalan-persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dan menjadi bahan evaluasi pemerintah.
Baca Juga:Cegah Kejahatan Sejak Dini, Kapolres Tasikmalaya Turun ke Jalan Sosialisasikan Call Center 110Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing, Gubernur Ahmad Luthfi Terus Upayakan Pemadaman
Dalam bidang ekonomi, Aria menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang disebutnya telah mencapai kisaran Rp18.000. Ia juga mempertanyakan transparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, khususnya terkait pendapatan dan belanja negara.
“Terus terkait dengan transparansi APBN 2026, bagaimana terkait dengan pendapatan dengan pembelanjaan itu sangatlah kontra. Itu juga menjadi persoalan,” ujar Aria.
Di sektor pendidikan, ia menilai masih terdapat persoalan terkait ketersediaan dan kelayakan fasilitas pendidikan. Ia juga menyoroti sejumlah program pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, serta mempertanyakan kesiapan perencanaan dan pelaksanaannya.
Selain itu, mahasiswa menyoroti dugaan meningkatnya tindakan represif aparat dan militerisasi. Mereka juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kabinet serta program-program pemerintah, termasuk MBG dan KDMP.
Menurut Aria, pemerintah perlu memiliki kerangka konseptual dan mekanisme evaluasi yang jelas agar setiap program dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ia turut menyoroti komposisi kabinet yang dinilainya semakin besar serta mempertanyakan efektivitas struktur pemerintahan dalam menjalankan berbagai program.
Pada aspek pembangunan, mahasiswa berharap kebijakan pemerintah mampu mewujudkan keadilan sosial dan memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat.
Baca Juga:Rawat Sejarah Perjuangan HMI, MD KAHMI Tasikmalaya Anugerahkan Penghargaan Kehormatan kepada Dua TokohDua Rumah dan Kandang Ternak di Tasikmalaya Ludes Terbakar, 12 Ekor Domba Mati Terpanggang
Melalui aksi tersebut, Aria berharap berbagai aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan ke depan.
Rangkaian aksi di sejumlah titik di Kota Bandung itu menunjukkan beragam persoalan yang menjadi sorotan demonstran dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, mulai dari ekonomi dan pendidikan hingga agraria, lingkungan, serta kebebasan sipil.(San)
