Gambaran tersebut membuat kisah fantasi tentang vampir terasa dekat dengan persoalan kehidupan sehari-hari. Ketimpangan kekuasaan, keterbatasan pilihan, dan perjuangan masyarakat kecil menjadi isu yang disampaikan melalui pendekatan komedi agar lebih ringan dinikmati penonton.
Ciccio Manassero Jadi Vampir Elite yang Elegan
Sementara itu, Ciccio Manassero memerankan Nakula, vampir elite yang terlibat dalam insiden salah gigit hingga mengubah kehidupan Siti. Berbeda dari Siti yang penuh dinamika, Nakula digambarkan sebagai sosok dingin, minim ekspresi, tetapi tetap tampil tampan dan elegan.
Karakter tersebut menghadirkan warna tersendiri dalam film. Penampilan Nakula yang tenang dan berkelas menjadi kontras dengan kehidupan Siti yang sederhana dan penuh perjuangan.
Baca Juga:Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan TelurTelkomsel dan FITA Dukung Gaya Hidup Sehat, 1.000 Peserta Perempuan Berlari Vol.3 Dapat Penawaran Khusus
Ciccio menjelaskan bahwa identitas Nakula sebagai bagian dari kelompok vampir elite menuntutnya untuk membangun persona yang berbeda. Namun, di balik kesan dingin tersebut, karakter Nakula juga memiliki persoalan keluarga yang menjadi bagian penting dari perkembangan cerita.
“Sebagai sosok vampir di film ini, aku mewakili dari kelompok elitnya, jadi memang harus tampil elegan dan stay cool. Ada sisi yang menyentuh dari relasi karakterku dengan sang Ibu, bagaimana Nakula memperjuangkan Siti di hadapan ibunya, yang menjadi perjuangan Nakula,” ujar Ciccio.
Ia juga menilai film ini membawa pesan tentang pentingnya kepedulian dan solidaritas di tengah perbedaan status sosial. Menurut Ciccio, kehidupan masyarakat tidak seharusnya ditentukan semata-mata oleh kedudukan atau kelompok tempat seseorang berada.
“Ada pesan di sini bahwa kita sesama warga harus saling merangkul, harus saling jaga warga,” ujar Ciccio.
Pesan tersebut memperkuat sisi humanis film yang memadukan kisah fantasi, komedi, dan drama keluarga. Penonton tidak hanya diajak tertawa melihat situasi absurd yang dialami para karakter, tetapi juga diajak memahami perjuangan mereka dalam menghadapi persoalan masing-masing.
Saat Vampir Jadi Simbol Perlawanan Kelas Bawah
Sutradara Rahabi Mandra menghadirkan pendekatan berbeda melalui Siti Si Vampir. Jika sosok hantu dan setan telah banyak dijumpai dalam film Indonesia, kali ini vampir digunakan sebagai bagian dari cerita yang lebih luas mengenai kehidupan masyarakat dan pertentangan kelas sosial.
