Bikin Penonton Bandung Ketawa Ngakak, Film Siti Si Vampir Angkat Kisah Gadis Rusun yang Ingin Ubah Nasib

Bikin Penonton Bandung Ketawa Ngakak, Film Siti Si Vampir Angkat Kisah Gadis Rusun yang Ingin Ubah Nasib
Bikin Penonton Bandung Ketawa Ngakak, Film Siti Si Vampir Angkat Kisah Gadis Rusun yang Ingin Ubah Nasib
0 Komentar

Tantangan tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Satine dalam mengeksplorasi kemampuan aktingnya. Dukungan sutradara Rahabi Mandra dan para pemain lain turut membantunya membangun karakter Siti, termasuk ketika harus menciptakan chemistry dengan Ajil Ditto.

Satine juga menggambarkan film ini sebagai cerita yang memadukan komedi satir dengan persoalan kehidupan anak muda. Selain perjuangan menghadapi tekanan ekonomi, hubungan ayah dan anak dalam keluarga orang tua tunggal turut menjadi bagian yang memberi kedalaman emosional pada cerita.

“Film Siti Si Vampir menghadirkan komedi yang menghibur, dengan kisah anak muda dalam berjuang di tengah kerasnya kehidupan. Dengan komedi satir, drama anak perempuan-bapak single parent, dan kehidupan warga rusun vs vampir elit, membuat film ini terasa relevan dengan berbagai dinamikanya,” ujar Satine.

Baca Juga:Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan TelurTelkomsel dan FITA Dukung Gaya Hidup Sehat, 1.000 Peserta Perempuan Berlari Vol.3 Dapat Penawaran Khusus

Ajil Ditto dan Satine Sama-Sama Deg-degan

Tantangan komedi juga dirasakan Ajil Ditto, yang memerankan Dudi. Menurutnya, membangun humor dalam film tidak cukup hanya mengandalkan dialog lucu. Ketepatan waktu dalam menyampaikan lelucon atau timing menjadi faktor penting agar adegan dapat diterima dan mengundang tawa penonton.

Menariknya, Ajil dan Satine sama-sama menghadapi tekanan karena menjalani debut sebagai pemeran utama dalam film komedi. Keduanya harus memastikan karakter yang dimainkan mampu menghidupkan suasana sekaligus membuat penonton menikmati cerita.

“Kami berdua sama-sama debut komedi dan kebetulan kami berdua pula lead-nya untuk komedi. Pressure buat kita berdua, deg-degan, lucu enggak ya? Penonton senang enggak ya?” kata Ajil.

Di balik tantangan tersebut, Siti Si Vampir tidak berhenti pada upaya menghibur penonton. Karakter-karakternya juga menjadi medium untuk menggambarkan realitas sosial, terutama relasi antara kelompok yang memiliki kekuasaan dan masyarakat yang berada dalam posisi lebih lemah.

Ajil menyoroti bagaimana kelompok yang lebih berkuasa dalam cerita digambarkan memiliki kendali atas kehidupan warga rusun. Sementara itu, masyarakat yang berada di bawahnya seolah tidak mempunyai banyak pilihan untuk melawan keadaan.

“Kita melihat orang-orang yang jauh lebih powerful, yang di film ini diwakili dari kaum vampir, merasa punya kuasa penuh dengan orang yang ada di bawah, yaitu orang-orang di rusun yang ditinggali Siti dan Dudi. Sementara, orang-orang di bawah tidak bisa melakukan apa-apa,” ungkap Ajil.

0 Komentar