JABAR EKSPRES – Pengayuh becak di Kota Cimahi mulai mendapatkan bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Kendaraan produksi PT Pindad ini ditujukan untuk meringankan beban kerja penarik becak, terutama mereka yang telah berusia lanjut.
Kehadiran becak listrik di Cimahi menjadi alternatif bagi pengayuh becak tradisional yang selama ini mengandalkan tenaga fisik untuk mengangkut penumpang. Kendaraan tersebut menawarkan kemudahan pengoperasian, efisiensi tenaga, serta sejumlah fitur penunjang keselamatan dan kenyamanan.
Kepala Bidang Angkutan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Perhubungan Kota Cimahi Iwan Ridwan menjelaskan, becak listrik tersebut memiliki kecepatan maksimal 30 kilometer per jam. Adapun daya tempuhnya diperkirakan mencapai lima kilometer untuk setiap satu strip indikator baterai.
Baca Juga:HUT ke-75 Humas Polri, Polres Tasikmalaya Hadirkan Kepedulian Lewat Bantuan SembakoBukan Ekonomi RI, MSCI Soroti Tata Kelola Bursa
“Kalau kecepatan maksimal itu 30 kilometer per jam, baterai per satu strip dapat ditempuh lima kilo, jika baterai habis dicas selama empat jam. Prioritas untuk lansia umur 55 sampai 70 tahun,” ujar Iwan kepada Jabar Ekspres, Selasa (20/10/2026).
Dari sisi kapasitas, becak listrik buatan PT Pindad ini mampu mengangkut beban hingga 200 kilogram, termasuk untuk dua orang penumpang. Spesifikasi tersebut dirancang untuk menunjang aktivitas pengayuh becak dalam melayani penumpang sehari-hari.
Untuk mendukung keselamatan berkendara, kendaraan ini dilengkapi rem cakram, lampu depan, lampu sein, serta spion. Terdapat pula layar LED yang menampilkan informasi kecepatan dan indikator baterai sehingga pengemudi dapat memantau kondisi kendaraan selama perjalanan.
Fitur lainnya adalah kanopi lipat yang berfungsi melindungi pengemudi dan penumpang dari paparan panas matahari maupun hujan. Kehadiran sejumlah perlengkapan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan penggunaan becak listrik dibandingkan becak konvensional.
Dari segi harga, becak listrik tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp22 juta per unit. Sementara itu, pengisian daya baterainya masih dilakukan secara mandiri di rumah, tanpa memerlukan stasiun pengisian khusus di titik-titik tertentu.
Iwan mengatakan, sistem pengisian daya becak listrik ini serupa dengan sepeda listrik yang dapat diisi ulang menggunakan sumber listrik rumah tangga. Dengan demikian, pengayuh tidak harus mendatangi lokasi pengisian khusus untuk mengisi baterai kendaraannya.
