Jaring Diplomasi yang Teruji di Selat Hormuz

SELAT HORMUZ
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi (kiri) usai menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar/am.
0 Komentar

Simpul ekonomi lain menyusul. Inggris menjanjikan investasi 4 miliar poundsterling pada Januari 2026. Pelaku usaha Indonesia dan Jepang menyepakati kerja sama senilai 22,6 miliar dolar AS pada akhir Maret. Prancis menambah kesepakatan komersial 3,5 miliar dolar AS pada Mei.

Hanya segelintir negara yang dapat duduk di meja BRICS sambil memegang perjanjian dagang dengan Brussels dan Washington sekaligus. Politik luar negeri bebas aktif Indonesia menemukan wujud kiwarinya. Indonesia tidak memilih kubu, tapi memperbanyak pintu.

Ketika Hormuz tersumbat, kesepakatan energi dengan AS berat dijalankan dalam waktu singkat lantaran kendala logistik. Simpul Rusia lalu menambal celah itu. Satu helai kendur, helai lain menahan beban.

Simpul Kemanusiaan

Baca Juga:RUU Pemilu: Apa yang sedang dipertaruhkan di DPR?Berawal dari Jualan Gorengan, Rahmat Kini Kembangkan Warung Sembako Berkat KUR BRI

Jaring yang sama dipakai pula untuk menopang perkara yang sejak era Bung Karno menjadi konstanta politik luar negeri Indonesia, yaitu Palestina. Pada 23 September 2025, Prabowo berbicara di urutan ketiga Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 PBB. Di podium itu ia menegaskan dukungan bagi kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara.

Komitmen itu menemukan mitra sepadan ketika Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi melakukan kunjungan kenegaraan ke Jakarta pada 10-11 Oktober 2026. Di Istana Merdeka, kedua pemimpin mengecam pembangunan permukiman ilegal Israel dan menolak segala bentuk pemindahan paksa warga Palestina.

Keduanya juga bersepakat melanjutkan bantuan kemanusiaan serta mendukung pemulihan dan rekonstruksi Gaza. Pertemuan itu turut menghasilkan nota kesepahaman soal visa, statistik, dan perikanan, ditambah rencana peningkatan kemitraan strategis.

Bobot kemitraan ini bersumber dari geografi. Mesir berbatasan langsung dengan Gaza melalui pintu Rafah, dan stabilitas wilayah itu bertaut erat dengan keamanan nasional Kairo. Bagi Indonesia, bersekutu dengan negara di bibir Gaza berarti solidaritas yang selama ini lantang di forum internasional memperoleh pijakan yang lebih dekat ke lapangan.

Kukuh di Rumah

Jaring yang terentang jauh memerlukan tiang pancang yang kukuh di rumah sendiri. Peran itu dipikul Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Setiap kali Presiden melawat, kendali pemerintahan sehari-hari beralih kepadanya. Pola ini berlaku sejak Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 2024 tentang Penugasan Wakil Presiden Melaksanakan Tugas Presiden pada 8 November 2024, pada lawatan perdana Prabowo ke lima negara.

0 Komentar