Ratusan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Bandung Bedah Operasional IPAL Cisirung

mahasiswa Poltekkes Kemenkes Bandung melakukan kunjungan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Cisirung di
mahasiswa Poltekkes Kemenkes Bandung melakukan kunjungan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Cisirung di Jalan Cisirung Nomor 38,Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebanyak 131 mahasiswa Tingkat II Program Studi Sanitasi Lingkungan Program Sarjana Terapan Poltekkes Kemenkes Bandung melakukan kunjungan praktik lapangan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Cisirung di Jalan Cisirung Nomor 38, Kampung Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Rombongan yang didampingi tiga dosen pembimbing dan dua tenaga kependidikan ini diterima langsung oleh manajemen PT Mitra Citarum Air Biru (MCAB) guna mendalami pengenalan sumber limbah cair, proses pengolahan limbah cair komunal, hingga pemahaman tanggap darurat IPAL.

Peninjauan diawali dengan menyusuri seluruh alur pengolahan limbah cair B3, mulai dari bak ekualisasi penampung awal aliran limbah, bak aerasi untuk proses biologi, hingga titik outlet akhir pembuangan air hasil olahan.

Baca Juga:Komisi C DPRD Kabupaten Bandung Bongkar Kebobrokan Pengelolaan Limbah Industri di Kawasan DayeuhkolotinDrive Tuntaskan Program Edukasi Keselamatan Berkendara Mahasiswa di Jawa Barat

Pembelajaran lapangan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif di ruang rapat PT MCAB yang dibagi dalam dua kelompok besar.

Para peserta melontarkan berbagai pertanyaan teknis mulai dari alur pengelolaan air limbah komunal, jumlah pabrik tekstil dan makanan yang diolah, sejarah berdirinya perusahaan, hingga kemitraan dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung.

Perhatian utama mahasiswa tertuju pada isu potensi luapan banjir dan kesiapan infrastruktur IPAL saat lonjakan debit air terjadi.

Hal tersebut menjadi poin mendesak mengingat lokasi IPAL Cisirung berbatasan langsung dengan Sungai Cisuminta dan berdekatan dengan Sungai Citarum.

Menjawab kekhawatiran tersebut, Penanggung Jawab Operasional PT Mitra Citarum Air Biru Haris memberikan penjelasan teknis mengenai penguatan infrastruktur pengolahan limbah di lokasi.

Infrastruktur dan Tanggap Darurat

Pihak pengelola menjelaskan sejarah berdirinya perusahaan yang dimulai sejak tahun 1985 dan resmi beroperasi penuh pada tahun 2003.

Pembenahan masif mulai direalisasikan sejak tahun 2023 melalui inovasi mesin serta peremajaan alat yang usang oleh tim teknis.

Baca Juga:PERMAHI Tegaskan Pentingnya Penegakan Hukum Terukur dalam Penanganan TerorismePeringati Hari Jadi Ke-73 KPU RI Buka Pendaftaran Anugerah Jurnalistik 2026

Operasional PT MCAB saat ini terikat kerja sama resmi dengan berbagai industri tekstil dan makanan melalui MoU yang diketahui oleh Pemkab Bandung.

‘’Khusus pada tahun 2026 ini, pihak manajemen bergerak cepat melakukan penguatan infrastruktur tanggap darurat akibat dinamika cuaca ekstrem,” kata Haris pada Kamis, 15 Oktober 2026 di IPAL Cisirung, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

0 Komentar