Perdana di Bandung, 40 Drummer Main Serentak di Braga Citywalk

Main Drum Bareng
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS: Suasana kemeriahan Main Drum Bareng di Braga Citywalk, Bandung. Acara ini berhasil menyatukan puluhan drummer dari berbagai kalangan termasuk pemula dan ibu-ibu-untuk bermain bersama secara serempak. (ISTIMEWA)
0 Komentar

BANDUNG – Setelah vakum dua bulan di Jakarta, Main Drum Bareng (MDB) kembali digelar untuk ketujuh kalinya. Kali ini untuk pertama kalinya acara tersebut hadir di Bandung, tepatnya di Braga Citywalk, Sabtu (11/10/2026).

Acara yang digagas Yoiqball, drummer Ari Lasso, Vina Panduwinata, dan Dewa 19 ini menjadi pionir di Asia Tenggara dan Indonesia. Konsepnya menggabungkan edukasi, community engagement, dan pengalaman bermain drum secara masif serta inklusif. Siapa saja boleh ikut, termasuk yang baru pertama kali memegang stik drum.

Yoiqball mengaku terinspirasi dari pengalaman di Amerika. Ia ingin membawa kultur bermain musik secara bersama-sama ke Indonesia. “Kita pertama kali memutuskan MDB keluar kota. Bandung dipilih karena dekat sama Jakarta, banyak demand-nya kemarin-kemarin dari media sosial,” ujarnya.

Baca Juga:Masyarakat NTT Apresiasi Bantuan Kemanusiaan Rp2 M dari Pangdam III/Siliwangi dan PersitUpstream Youth Champs 2026 di Unpad: Generasi Muda Diajak Gali Potensi, Gerakkan Energi Masa Depan

Kegiatan dibagi dua sesi. Siang hingga sore digelar Kelas Main Drum Bareng dengan 10 set drum. Sebanyak 30 peserta dari level beginner hingga intermediate mengikuti tiga sesi. “Biasanya kalau orang belajar drum privat. Ini tuh dalam satu kelas ada 10 orang, 10 drum set. Jadi kita seperti datang ke gym,” kata Yoiqball.

Sore hingga malam dilanjutkan sesi ansambel. Empat puluh peserta memainkan tiga lagu secara serempak di 40 set drum. Kolaborasi digelar bersama Surya Libertian, drummer Kuburan Band, yang bertindak sebagai beat leader.

“Ngajak drummer Kuburan untuk main bareng di sini karena dia salah satu ikonik drummer di Bandung dan di Indonesia. Sesuai nama acaranya Main Drum Bareng Live in Bandung,” jelas Yoiqball.

Surya mengaku tertarik karena sering melihat konten MDB. “Kayaknya seru deh, main sama orang banyak. Kalau ditanya kenapa mau? Kenapa enggak? Kapan lagi, ini kan jarang banget untuk yang semasif ini,” katanya.

Menurutnya, tantangan terbesar justru mental. “Tantangannya lebih ke mental karena pasti drummer-drummer pada datang. Asyik-asyikan bareng, mau itu drummer atau yang bukan drummer, tujuannya seru-seruan,” katanya.

Berbeda dengan edisi Jakarta yang digelar di hall tertutup, MDB Bandung dilaksanakan di mal. “Biasanya di hall private. Sekarang di mal, jadi orang-orang bisa melihat juga. Bahkan tadi banyak on the spot yang baru tahu, ‘Oh ternyata ada MDB.’ Atensi-atensi ini yang kita butuhkan,” kata Yoiqball.

0 Komentar