Peserta datang dari Bandung dan luar kota, antara lain Jakarta, Bekasi, Serang, dan Banten. Komunitas drum setempat juga meramaikan, termasuk United States Bandung Percussion, Bandung Drummer and Percussion Club, Rexa Music School, hingga ibu-ibu.
“Pesertanya setengah dari Bandung, setengah dari luar Bandung. Karena MDB ini centernya, gua ingin nge-reach orang sebanyak-banyaknya buat main drum. Di sinilah tempat main drum yang paling asik yang pernah kalian temui,” tegas Yoiqball.
Salah satu peserta dari Bandung, Caleb, ikut karena ingin belajar langsung dari Yoiqball. “Aku pengen ikut karena aku pengen belajar langsung dari Bang Iqbal, gimana caranya nambahin skill, mempertajam pukulan, sama eksplor fill-in,” katanya.
Baca Juga:Masyarakat NTT Apresiasi Bantuan Kemanusiaan Rp2 M dari Pangdam III/Siliwangi dan PersitUpstream Youth Champs 2026 di Unpad: Generasi Muda Diajak Gali Potensi, Gerakkan Energi Masa Depan
Rasyad dari Jakarta, yang sudah sering ikut di ibu kota, rela datang ke Bandung. “Karena ini sungguh spesial. Pertama kali di Bandung. Kalau MDB ke kota lain, mau ikutan. Mau ke Medan, ke Padang ikut,” ungkapnya.
Sementara Rexa dari Bandung, yang baru pertama kali ikut, berharap acara serupa digelar lagi. “Ini pengalaman yang seru banget dan pertama kalinya main drum serame ini di Bandung. Ini hal yang sangat positif dan berharap ke depannya harus ada lagi,” kata Rexa.
MDB yang sudah berjalan setahun kini menyiapkan langkah lebih serius. Yoiqball berencana membangun MDB Academy sebagai wadah belajar mingguan. “Kalau ingin lebih serius lagi belajar drum, ada di MDB Academy,” pungkasnya. (bbs)
