Baru Sebulan Bekerja di Dubai, TKW Asal Cililin Diduga Disekap

Ilustrasi: Kepala Disnaker KBB, Yoppie Indrawan saat memperlihatkan isi pesan terakhir warga Cililin yang alam
Ilustrasi: Kepala Disnaker KBB, Yoppie Indrawan saat memperlihatkan isi pesan terakhir warga Cililin yang alami penyekapan di UEA. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Seorang pekerja migran asal Kabupaten Bandung Barat, Sri Nurhaida Pratiwi (36), diduga mengalami penyekapan di Uni Emirat Arab (UEA).

Setelah menerima laporan dari keluarga, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) KBB langsung berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk menelusuri keberadaan dan memastikan kondisi perempuan asal Cililin tersebut.

Dugaan penyekapan muncul setelah pihak keluarga menyebarkan tangkapan layar percakapan singkat Sri melalui media sosial. Dalam pesan tersebut, Sri meminta pertolongan agar kondisinya segera dilaporkan kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Dubai.

Baca Juga:Irjen Pol Hengki Resmi Jadi Kapolda Jabar, Pipit Rismanto Sampaikan Pesan Inide Braga by ARTOTEL Hadirkan The Urban Nature Retreat, Padukan Wisata Heritage dan Alam

Dalam percakapan itu, Sri mengaku berada dalam ancaman dan tidak bisa bebas dari pihak yang diduga menyekapnya. Ia juga mengirimkan titik lokasi atau share location yang menunjukkan keberadaannya di wilayah Ajman, Uni Emirat Arab, untuk membantu proses penelusuran.

Pihak keluarga menyebut Sri berangkat ke Dubai untuk mencari penghidupan dengan meninggalkan tiga orang anak. Sebelum komunikasi terputus, Sri sempat menyampaikan pesan kepada keluarga agar anak-anaknya dijaga dengan baik.

Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan, dan Transmigrasi (P3TKT) Disnaker KBB, Dewi Andani, membenarkan pihaknya telah menerima laporan keluarga terkait dugaan penyekapan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Cililin tersebut.

“Betul, kami telah menerima laporan dari keluarga. Saat ini, kami sedang melakukan koordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan Kementerian Luar Negeri untuk menindaklanjuti laporan tersebut,” kata Dewi saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026).

Dewi menjelaskan, berdasarkan informasi yang dihimpun, Sri berangkat ke Dubai pada 14 September 2026. Namun, proses keberangkatan hingga pihak-pihak yang terlibat di dalamnya masih perlu ditelusuri lebih lanjut guna memastikan legalitas dan prosedur penempatan yang dijalani.

“Dalam proses keberangkatannya disebut ada beberapa pihak yang membantu. Namun, status, peran, legalitas pihak-pihak tersebut, serta dokumen keberangkatan masih dalam proses penelusuran dan perlu diklarifikasi lebih lanjut oleh instansi yang berwenang,” ujarnya.

Menurut Dewi, Sri sempat bekerja setelah tiba di Dubai. Namun, berdasarkan informasi terakhir yang diterima keluarga, Sri diketahui sudah tidak lagi berada di tempat kerja sebelumnya.

0 Komentar