JABAR EKSPRES — Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Barat Zona 3 resmi menyelenggarakan Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Kekhasan SIT Introflex Terpadu. Kegiatan intensif yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Ahad (10–11 Oktober 2026), ini dipusatkan di SMA BM OMNI, Jalan Arcamanik Endah No. 14, Kota Bandung.
Pelatihan strategis ini diikuti oleh 44 peserta yang terdiri dari para Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah dari berbagai tingkatan Sekolah Islam Terpadu (SIT). Para peserta merupakan perwakilan dari 6 kota/kabupaten di wilayah Zona 3 Jawa Barat, mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kabupaten Garut, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Sumedang.
Mengukuhkan Kekhasan Model Pembelajaran SIT
Ketua JSIT Kota Bandung, Sulaeman, M.Pd.I., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan instruksional para kepala sekolah dan wakil kepala sekolah agar mampu mengimplementasikan model pembelajaran yang berkarakter di sekolah masing-masing.
Baca Juga:Di Antara Homo Academicus dan Sofis: Bahasa Pengetahuan Bertemu Bahasa KekuasaanIslamic Youth Festival JSIT Kota Bandung 2026: Wadah Kolaborasi dan Cetak Generasi Muda Unggul di Kota Bandung
Sekretaris JSIT Indonesia Wilayah Jawa Barat, Ustadz Sugeng Susianto, M.Pd., yang hadir sebagai salah satu narasumber utama, menegaskan pentingnya pelatihan ini. Menurutnya, JSIT Indonesia memiliki karakteristik pedagogis tersendiri yang membedakannya dengan lembaga pendidikan lainnya melalui sintesis Introflex dan TERPADU.
“JSIT Indonesia memiliki keunikan tersendiri dalam menerapkan Pembelajaran Mendalam. Kami memadukan pendekatan Introflex—yakni Individualisasi, Interaksi, Observasi, dan Refleksi—dengan alur pembelajaran TERPADU, yang mencakup Telaah, Eksplorasi, Rumuskan, Presentasikan, Aplikasikan, Duniawi, dan Ukhrowi,” terang Ustadz Sugeng Susianto.
Ia menambahkan bahwa pendekatan ini memastikan peserta didik tidak hanya menguasai materi secara akademis dan digital, tetapi juga memiliki kedalaman nilai-nilai spiritual serta kepribadian islami yang kokoh.
Rangkaian Materi Padat dan Terstruktur
Pelatihan ini menghadirkan dua fasilitator nasional dan wilayah yang berpengalaman, yakni Ustadz Sapto Sugiharto, M.Pd. dari JSIT Indonesia Pusat dan Ustadz Sugeng Susianto, M.Pd. dari JSIT Jawa Barat.
Selama dua hari, para peserta dibekali dengan 8 sesi materi terstruktur:
1. Sesi 1: Filosofi SIT dan Implementasi Pembelajaran Mendalam (Sugeng Susianto, M.Pd.)
