JABAR EKSPRES – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung, kini terus melakukan proses penyelidikan terhadap kasus keracunan massal yang terjadi di Restoran 88 Seoul di salah satu kawasan pusat perbelanjaan di Kota Bandung.
Menurut Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton, jajaranya kini masih melakukan proses pendalaman terhadap penyebab kasus keracunan massal tersebut.
“Terkait dengan adanya kejadian yang memang cukup ramai di media sosial, tentang adanya dugaan keracunan makanan. Kami dari Kepolisian, khususnya dari Polrestabes Bandung, sudah melakukan penyelidikan. Dan saat ini memang masih proses penyelidikan,” katanya, Sabtu, (10/10).
Baca Juga:DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke dalam RUU Sisdiknas68 Bencana Terjadi di Kabupaten Tasikmalaya Sepanjang September
Dalam penyelidikannya, Anton mengaku jajaranya telah mendatangi restoran tersebut untuk melakukan proses pemeriksaan terhadap sejumlah pegawai yang diduga mengetahui kejadian tersebut.
“Lalau enggak salah sekitar 2 sampai 3 orang (pegawai);telah kita mintai keterangan. Dan kami juga sudah mengambil sampel makanan untuk kami teliti di Labkesda (Laboratorium Kesehatan Daerah) untuk mengetahui apakah bahan-bahan atau mungkin metode-metode yang dilakukan oleh restoran, nanti (hasilnya) menunggu hasil dari laboratorium,” ungkapnya.
Selain itu, Anton menyebut bahwa jajaran juga telah melakukan interogasi kepada sejumlah korban untuk mengetahui awal dari terjadinya keracunan massal tersebut.
“Kami juga sudah melakukan pemeriksaan atau mungkin interogasi kepada beberapa korban yang memang diduga mengalami keracunan. Dan saat ini masih proses pemeriksaan. Dan kami juga, (sudah) berkoordinasi dengan rumah sakit untuk mengetahui penyebab apakah yang bersangkutan memang diduga karena makanan. saat ini masih proses semuanya,” ucapnya.
Meski tidak adanya laporan secara resmi kepada pihak kepolisian yang disampaikan oleh para korban, Anton menuturkan bahwa jajaran akan terus melakukan proses penyelidikan terhadap kasus tersebut.
“Memang sampai dengan saat ini tidak ada yang melapor ke kepolisian. Tapi kami berinisiatif, dengan adanya kejadian tersebut, kami melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab hal tersebut. Nanti hasilnya akan kami update setelah ada hasil pemeriksaan,” pungkasnya.(San).
