Lawan Dominasi Gadget, Disarpusda Cimahi Ubah Perpustakaan Jadi Ruang Literasi Interaktif

Kepala Disarpusda Kota Cimahi Dyah Ajuni Lukitosari (mong)
Kepala Disarpusda Kota Cimahi Dyah Ajuni Lukitosari (mong)
0 Komentar

Di sisi lain, peningkatan kunjungan menjadi salah satu perkembangan yang cukup terlihat. Perpindahan lokasi perpustakaan dari kawasan dekat kantor Pemerintah Kota Cimahi ke Alun-Alun Cimahi sebelumnya menjadi tantangan tersendiri. Masyarakat perlu mendapatkan informasi mengenai lokasi baru dan layanan yang tersedia.

Namun, berdasarkan data Disarpusda, jumlah kunjungan yang tercatat sepanjang 2025 mencapai 6.145 orang. Sementara itu, januari 2026 hingga September 2026, jumlahnya telah meningkat menjadi 10.025 kunjungan.

“Sedangkan utk data kunjungan tahun 2026, sampai dengan September 2026 sudah mencapai 10.025, diharapkan bisa meningkat lebih signifikan lagi di akhir desember 2026” ungkap nya.

Baca Juga:Youth Fest 2026 KNPI Tasikmalaya, Pemuda Diajak Unjuk PotensiRencana Lanjutan Pembangunan SOR Mangunreja, DPRD : Anggaran Besar, Tak Boleh Asal Jadi!

Ia menilai peningkatan tersebut tidak terlepas dari sosialisasi dan pengembangan layanan perpustakaan. Kini, perpustakaan tidak hanya diposisikan sebagai tempat membaca atau meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang untuk mengikuti beragam aktivitas edukatif.

Salah satu program yang mulai menarik perhatian adalah Tour Library Fantastic yang diluncurkan pada Juni 2026, bersamaan dengan penambahan layanan bioskop mini. Program ini mengajak rombongan pelajar, mulai dari TK, SD, hingga SMP, mengenal perpustakaan melalui kegiatan yang lebih menyenangkan.

“Meningkat, ini adalah tidak lepas dari strategi kita, upaya-upaya kita di urusan perpustakaan. Yang pertama adalah kita mensosialisasikan perpustakaan kota. Kemudian kita juga meningkatkan layanan perpustakaan,” tutur Dyah.

Kunjungan rombongan sekolah pun mulai rutin dilakukan. Melalui pendekatan tersebut, Disarpusda berharap anak-anak dan pelajar memiliki pengalaman positif saat berkunjung ke perpustakaan, sehingga kebiasaan membaca dapat tumbuh sejak usia dini.

Selain menghadirkan bioskop mini, pengembangan layanan literasi juga dilakukan melalui kegiatan mendongeng, permainan edukatif, serta aktivitas interaktif bagi anak-anak. Upaya ini menjadi bagian dari strategi untuk mengubah anggapan bahwa perpustakaan merupakan tempat yang kaku dan membosankan.

Disarpusda juga mengembangkan berbagai sarana untuk mendekatkan akses bacaan kepada masyarakat, di antaranya Kolecer atau Kotak Literasi Cerdas yang ditempatkan di sejumlah lingkungan RW, Pojok Baca Digital di Cimahi Technopark, serta perpustakaan mini di Mal Pelayanan Publik.

Ke depan, Disarpusda Kota Cimahi berencana memperluas jangkauan layanan, tidak hanya bagi pelajar, tetapi juga komunitas dan kelompok masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap literasi, termasuk naskah kuno.

0 Komentar