Berdasarkan data yang telah dipublikasikan sebelumnya, total pembiayaan program tersebut mencapai Rp230,25 miliar, dengan sasaran penanganan puluhan kilometer jalan kabupaten. Dokumen program mencatat total penanganan sekitar 70,865 kilometer.
Program tersebut menjadi salah satu langkah Pemkab Tasikmalaya mempercepat peningkatan kualitas jalan di tengah keterbatasan kemampuan APBD.
Pada awal September 2026, progres keseluruhan program 32 ruas jalan tersebut dilaporkan telah mencapai sekitar 70 persen. Sejumlah ruas bahkan sudah menyelesaikan pekerjaan 100 persen dan sebagian lainnya memasuki tahapan serah terima pekerjaan atau PHO.
Baca Juga:PGN Siap Salurkan Biomethane dari Limbah Sawit ke IndustriPemkab Tasikmalaya Mulai Terapkan Manajemen Talenta, Ribuan ASN Dipetakan
Selain Cineam–Rajadatu dan Cineam–Citalahab, sejumlah ruas yang telah dilaporkan rampung antara lain KH Umar Sanusi, Cisemplo–Karangdan, Warung Leugok–Cimanisan, Papayan–Cikalong, Puspahiang–Cimanggu, Sukagalih–Ciponyo serta Sukamantri–Pagerageung.
Total pembiayaan Rp230,25 miliar tersebut sebelumnya disepakati melalui akad pinjaman daerah antara Pemkab Tasikmalaya dan PT SMI pada April 2026. Pembiayaan itu diarahkan khusus untuk mempercepat penanganan infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan kabupaten.
Bagi Cecep, pembangunan jalan bukan semata mengejar angka kilometer yang selesai dikerjakan. Jalan yang dibangun harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Terlebih bagi wilayah perbatasan seperti Citalahab, jalan yang mulus bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga menyangkut akses ekonomi dan konektivitas antarwilayah.
Dengan rampungnya dua ruas tersebut, kawasan tapal batas Tasikmalaya–Ciamis kini memiliki akses jalan yang lebih representatif.
Jalan yang dulu kerap menjadi bahan perbandingan, kini diharapkan menjadi pintu konektivitas dan pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah perbatasan. (Hen)
