Tak hanya terpaku pada unsur tradisional, mereka memadukannya dengan sentuhan modern dalam koreografi sehingga budaya yang diangkat terasa lebih relevan dengan karakter generasi masa kini.
Cerita menarik tak hanya datang dari peserta-peserta dari DBL di Pulau Jawa, tim dance SMA Xaverius 1 Palembang, The Reverie, juga menampilkan unsur batik pada penampilannya. Mereka mengusung tema bertajuk “Kartini: Woman Empire”.
Konsep ini terinspirasi dari perjuangan R.A. Kartini dalam menyuarakan soal kesetaraan gender serta hak perempuan untuk terus berkembang dan berprestasi.
Baca Juga:Kerja ke Jepang Dibuka untuk Perempuan Tasikmalaya, Kuota Hanya 10 OrangWater Cannon Polres Tasikmalaya Tak Lagi Hadapi Massa, Kini Datangi Emak-Emak yang Perlu Air Bersih
Sentuhan batik sebagai elemen utama pada kostum dan visual mempertegas pesan bahwa generasi muda sanggup membawa nilai kesetaraan gender tanpa sedikit pun melupakan akar budaya Nusantara.
“AQUA percaya bahwa budaya akan tetap hidup ketika generasi muda merasa dekat dan bangga terhadapnya. AQUA DBL Dance 2026 menghadirkan ruang “adem” bagi pelajar untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus merayakan kekayaan budaya Indonesia. Kreativitas peserta dalam mengangkat Wastra Nusantara menunjukkan bahwa warisan budaya bangsa tetap relevan, dapat dinikmati, dan terus menginspirasi lintas generasi,” ujar Adisti Nirmala, Marketing Director AQUA.
Dari AQUA DBL Dance 2026 kita bisa merefleksikan bahwa warisan budaya termasuk batik telah menemukan caranya agar tak lekang oleh waktu. Tak sekadar dianggap warisan masa lalu. Tapi sesuatu yang menarik untuk diekspresikan oleh generasi baru.
