JABAR EKSPRES – Kasus Influenza A belakangan menjadi perhatian menyusul adanya peningkatan penyakit saluran pernapasan di sejumlah wilayah. Kondisi serupa kini turut menjadi perhatian di Kota Cimahi, setelah Dinas Kesehatan mencatat adanya tren kenaikan kasus ISPA Kota Cimahi dalam beberapa pekan terakhir.
Untuk memastikan perkembangan ISPA di Cimahi, termasuk kemungkinan penyakit infeksi saluran pernapasan maupun Influenza A, diperlukan pemantauan secara berkala berdasarkan laporan fasilitas pelayanan kesehatan.
Data tersebut menjadi salah satu dasar Dinas Kesehatan Kota Cimahi dalam melihat perkembangan kasus di tengah meningkatnya keluhan warga.
Baca Juga:Tanpa Inez di Championship, Penabur Cirebon Temukan Senjata Baru Jelang Final DBL West JavaSempat Terancam Comeback, Fivers Singkirkan Trimulia dan Tembus Final DBL West Java
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dr. Mulyati mengatakan berdasarkan laporan SKDR (Surveilans Kewaspadaan Dini dan Respon), memang terdapat tren peningkatan kasus ISPA di Kota Cimahi dalam empat pekan terakhir.
Data Dinkes menunjukkan, pada minggu ke-34 tercatat sebanyak 1.499 kasus ISPA. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 1.969 kasus pada minggu ke-35.
Memasuki minggu ke-36, kasus ISPA Cimahi kembali mengalami peningkatan hingga mencapai 2.309 kasus. Sementara pada minggu ke-37, jumlah kasus tercatat sudah menyentuh angka 2.675 kasus.
“Jadi kalau perlu saya sampaikan, dalam 4 minggu terakhir memang trennya meningkat. Untuk minggu ke-34 itu ada 1.499 kasus. Kemudian juga minggu ke-35 itu ada 1.969 kasus. Minggu ke-36 itu sebanyak 2.309 kasus, dan minggu ke-37 itu sudah di angka 2.675 kasus,” jelas Mulyati, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, peningkatan tersebut merupakan akumulasi laporan kasus ISPA yang diterima Dinas Kesehatan Kota Cimahi dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan demikian, tren ISPA di Cimahi memang menunjukkan adanya peningkatan dalam beberapa pekan terakhir.
“Memang betul ada tren peningkatan kasus ISPA,” tuturnya.
Di tengah meningkatnya kasus ISPA Kota Cimahi, keluhan warga terkait demam juga menjadi perhatian. Sejumlah laporan yang diterima Dinkes menunjukkan bahwa gejala ISPA tidak hanya berupa gangguan pada saluran pernapasan, tetapi juga disertai sejumlah keluhan lain.
Mulyati menyebut, berdasarkan laporan dari fasilitas pelayanan kesehatan, terdapat tren peningkatan kasus yang disertai demam atau meriang. Selain itu, warga juga melaporkan gejala berupa batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan hingga sakit kepala.
