Dari Perca Denim, Nining Merangkai Rupiah

UNIK : Nining Idaningsih saat merangkai dan menunjukkan Tas dari perca denim kreasinya. (Hendrik/JE)
UNIK : Nining Idaningsih saat merangkai dan menunjukkan Tas dari perca denim kreasinya. (Hendrik/JE)
0 Komentar

Bahkan bule mancanegara juga banyak yang kepincut tas karya Nining. Ada bule dari Amerika ataupun Thailand. Para bule itu awalnya tahu dari temannya yang pernah beli, kemudian penasaran dan ikut beli. “Memang masih hand carry, belum sampai ekspor,” tuturnya.

Dari testimoni yang didapat, selain karena desain yang unik para bule terkesima karena tau bahwa tas itu bahannya denim bekas. Ide mengolah denim bekas itu tak terfikirkan. Serta konsep upcycling itu menarik karena juga ada semangat menjaga lingkungan.

Ketekunan Nining mengolah limbah denim menjadi tas ternyata berdampak positif pada keluarganya. Usaha itu ikut memompa denyut nadi perekonomian keluarganya. Dalam sebulan setidaknya omset bisa tembus sekitar Rp 10 juta. “Bisa untuk kuliah anak, sampai sekarang tinggal menunggu wisuda,” ucapnya bangga.

Baca Juga:Dorong Ketahanan Energi Nasional, SAKA Tajak Sumur Eksplorasi SM-1 di WK PekawaiJaga Keberlangsungan Pembangunan, Bupati dan DPRD Purwakarta Sahkan Raperda Perubahan APBD 2026

Apalagi saat ini PercaNtik masuk dalam salah satu UMKM binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). Nining mengaku, berbagai pembinaan dan pelatihan yang didapat dari YDBA sangat menunjang usahanya. “Bagus banget ya, saya banyak ilmu baru. Apalagi soal keuangan dan pembukuan usaha. Wah itu berguna sekali,” cetusnya.

Ia menceritakan, sebelum ada YDBA, Nining belum begitu populer dengan istilah Harga Pokok Penjualan (HPP). Apalagi soal pembukuan dan pencatatan stok barang. Baginya, itu belum penting sehingga dilakukan dengan asal. Ternyata pembukuan usaha dan pencatatan itu cukup signifikan dalam roda usaha. “Saya sering ditegur kalau mentor YDBA berkunjung ke rumah, karena pembukuan tak rapi. Namun sekarang saya bersyukur dan sangat berterima kasih,” ungkapnya.

Usaha yang ditekuni Nining itu bukan hanya soal menghasilkan rupiah. Namun ada semangat lain yang ikut terangkai. Yaitu upaya mengurangi limbah, dalam hal ini limbah denim.

Karena secara data, limbah tekstil yang di dalamnya ada denim termasuk ancaman serius bagi Bangsa Indonesia. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat, persentase limbah tekstil termasuk denim di Indonesia menyumbang sekitar 2,63 persen total sampah. Atau kalau ditaksir, timbunan limbah tekstil di Indonesia tembus 2,3 juta ton per tahun.

0 Komentar