Racquell, Audrey, dan pemain lain harus mampu memanfaatkan ruang yang tercipta. Distribusi serangan menjadi penting agar GPS tidak bisa hanya berkonsentrasi kepada satu pemain.
Dengan kata lain, absennya Inez pada Championship justru memberikan gambaran bahwa Penabur Cirebon masih memiliki kedalaman skuad. Final nanti membawa dua misi sekaligus bagi Penabur Cirebon.
Pertama, mereka ingin mempertahankan gelar juara yang diraih pada 2025. Kedua, mereka berusaha menjaga catatan tidak terkalahkan yang telah mereka miliki sejak 2022.
Baca Juga:Sempat Terancam Comeback, Fivers Singkirkan Trimulia dan Tembus Final DBL West JavaGagal di Final Sebelumnya, GPS Bandung Bawa Misi Revans Lawan Penabur Cirebon
Namun, GPS Bandung tentu tidak akan datang sebagai lawan yang mudah. Mereka memiliki motivasi tambahan setelah sebelumnya kehilangan momentum saat menghadapi Penabur Cirebon di final DBL West Java-East.
Karena itu, final kali ini bukan sekadar pertemuan antara juara bertahan dan penantang. Penabur Cirebon ingin menjaga takhta. GPS Bandung datang untuk menuntaskan misi revans.
