Strategi "Kuda Hitam" Antar Tim Badminton UNS Sabet Gelar Juara National Badminton Campus League 2026

Campus League 2026
Para atlet bulutaangkis Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merayakan keberhasilannya setelah keluar sebagai juara umum di Campus League 2026 - Badminton The Nationals mengalahkan perlawanan Universitas Bina Nusantara Jakarta (BINUS) lewat drama tiga gim 55-46, 52-55, dan 55-47 di GOR Bandung, Jawa Barat. (Nur Aziz/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Hal senada disampaikan oleh pemain putra UNS, Artha Farel, yang sempat terkendala hembusan angin di lapangan pada set kedua.

“Kunci utamanya di set ketiga adalah saling menyemangati dan percaya sama partner. Kita coba bermain percaya diri seperti di set pertama,” jelas Farel.

Coach Kinanti membeberkan bahwa kunci utama menjaga fokus anak asuhnya adalah melepas beban target. Ia menginstruksikan pemain untuk fokus mengumpulkan poin demi poin tanpa terbeban gelar juara.

Baca Juga:UNS Borong Dua Gelar, Drama Rubber Set Warnai Final Campus League Badminton The Nationals 2026 di BandungCetak Generasi Peduli Lingkungan, UNJANI dan BLDF Gaet Mahasiswa Baru Jadi 'Environmental Champion'

Selain itu, ia juga membeberkan kunci sukses sektor ganda putra UNS yang kerap menjadi pahlawan kebangkitan.

“Jujur, kenapa ganda putra kita taruh di partai ketiga, karena saya mengibaratkan mereka ini adalah ‘kuda hitam’ untuk UNS. Meskipun chemistry mereka baru terbentuk beberapa bulan dan persiapan menuju putaran nasional ini sangat singkat—bahkan tidak sampai seminggu—mereka terbukti mampu menjawab kepercayaan lewat strategi ini,” tegas Coach Kinanti.

Evaluasi & Rencana Besar Campus League Musim Depan

Di sisi lain, CEO Campus League, Ryan Gozali, mengapresiasi suksesnya gelaran perdana ini meski mengakui masih banyak hal yang harus dievaluasi, terutama dalam membangun budaya bulu tangkis kampus yang baru dimulai.

Sementara itu CEO Campus League, Ryan Gozali, mengaku puas melihat rangkaian pertandingan perdana tersebut mencapai babak akhir.

Kendati demikian, Ryan mengakui jika Campus League Badminton yang baru memasuki tahun pertama masih banyak yang harus dibenahi. Apalagi, budaya kompetisi badminton antara kampus belum terbentuk secara luas.

“Penyelenggaraan perdana setidaknya telah memberikan gambaran pada kami mengenai format serta potensi kompetisi badminton di lingkungan kampus,” ujarnta.

“Kami juga sudah berbicara lagi dengan PBSI, dengan kampus-kampus yang mampir dan menonton, mereka ingin lebih serius lagi,” samungnya.

Baca Juga:Juara Regional Bandung, BINUS Jakarta Tatap Babak The Nationals Campus League 2026Perkuat Ketangguhan Layanan, Pegadaian Kanwil X Jabar Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 BCMS dari BSI

Perluas Cakupan, Berencana Buka Empat Region

Untuk musim berikutnya, Campus League berencana memperluas cakupan wilayah dengan membuka empat region. Jakarta dan Surabaya diproyeksikan menjadi tambahan wilayah penyelenggaraan.

Sementara pembagian region tetap akan menyesuaikan jumlah peserta yang tersedia.

“Kita realistis saja sekarang. Badminton masih baru, dan banyak olahraga-olahraga populer, olahraga raket populer lain,” ucapnya.

0 Komentar