Masyarakat Desa Linggaraja Tasikmalaya Gelar Shalat Istisqa Serentak di 4 Titik

Warga
Warga Desa Linggaraja, Kecamatan Sukaraja, saat melaksanakan Shalat Istisqa. Foto/Video : Hendi
0 Komentar

Hamparan lahan yang biasanya menjadi tempat warga bercocok tanam itu menjadi saksi ikhtiar masyarakat memohon turunnya hujan.

Ketua MUI Desa Linggaraja, KH Kholis Mukhlis, mengatakan pelaksanaan shalat istisqa merupakan bentuk ikhtiar masyarakat setelah cukup lama menghadapi kekeringan.

“Pelaksanaan istisqa secara serentak di empat titik se-Desa Linggaraja ini sebagai bentuk ikhtiar kita yang telah cukup lama dilanda kekeringan. Semoga kegiatan ini menjadi wasilah turunnya hujan, dan hujan yang menjadi rahmat bagi kehidupan,” ungkapnya.

Baca Juga:Hadapi Puncak Kekeringan dan Karhutla, Pemkab Bandung Perkuat KesiapsiagaanAntisipasi El Nino, Pemkab Bandung Barat Siapkan Langkah Hadapi Ancaman Kekeringan Sawah

Pelaksanaan shalat istisqa berlangsung khusyuk. Tua dan muda ikut memenuhi lokasi pelaksanaan.

Karena shalat istisqa relatif jarang dilaksanakan, panitia terlebih dahulu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tata cara pelaksanaannya.

Termasuk menjelaskan salah satu tradisi yang dikenal dalam pelaksanaan shalat istisqa, yakni membalik posisi selendang atau kain yang dikenakan saat khatib menyampaikan khutbah kedua.

Bagi masyarakat Linggaraja, shalat istisqa bukan sekadar kegiatan keagamaan. Di tengah sumur yang mengering, sawah yang berhenti ditanami dan rumput yang semakin sulit dicari, hujan kini menjadi kebutuhan yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari.

Sebab ketika hujan kembali turun, bukan hanya tanah yang akan basah. Sumur diharapkan kembali terisi, sawah bisa kembali digarap, dan para peternak tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh hanya untuk mencari rumput bagi ternaknya. (Hen)

Reporter: Hendi

0 Komentar