Di bawah ring, Maria Odifa dan Maria Ilona menjadi andalan untuk memenangkan duel udara.
Sementara itu, GPS Bandung datang dengan kedalaman skuad yang cukup merata. Mereka memiliki sejumlah opsi pencetak poin, seperti Mysha Ariana Munawar, Widya Nurbaiti, Raihanum Aisha, hingga Azka Anindya.
Mysha menjadi salah satu pemain yang patut mendapat perhatian Penabur Cirebon. Ia sudah tiga kali merasakan kekalahan dari Penabur dan kini memiliki kesempatan terakhir untuk membawa GPS meraih gelar juara.
Baca Juga:RSUP Dr. Sardjito Gunakan Gas Bumi PGN, Biaya Operasional Hemat hingga 75 PersenPemerintah Dorong Pengembangan Jargas di Gresik dan Sidoarjo
Widya Nurbaiti juga menjadi bagian penting dalam permainan GPS. Garda tersebut memiliki peran sebagai penghubung serangan sekaligus membuka ruang bagi Mysha.
Di sektor pertahanan dan duel udara, Sherenda Aura diproyeksikan menghadapi dua pemain tinggi milik Penabur Cirebon. Pelatih GPS, Eva Susanti, tentu memiliki sejumlah opsi untuk meredam permainan lawan.
Berbeda dengan Penabur Cirebon yang melalui perjalanan cukup berat, GPS justru tampil lebih konsisten sepanjang musim ini. Mereka selalu mampu meraih kemenangan dengan margin lebih dari 20 poin.
GPS juga memiliki pengalaman menjadi juara pada musim 2021. Catatan tersebut menjadi modal sekaligus bukti bahwa Penabur Cirebon bukan lawan yang mustahil dikalahkan.
Kini, panggung final menjadi kesempatan bagi GPS untuk mengakhiri rentetan kekalahan sekaligus menciptakan sejarah baru.
Sebaliknya, Penabur Cirebon tentu ingin mempertahankan takhta dan kembali menjadi juara DBL West Java-East.
Laga final sektor putri Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East dijadwalkan berlangsung pukul 13.40 WIB di Bandung Arena.
