JABAR EKSPRES – Zona 5 Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti nyaris penuh. Pemprov Jawa Barat putar otak untuk penanganan sampah Bandung Raya.
Kondisi itu dikabarkan Sekda Jabar Herman Suryatman usai meninjau langsung lokasi TPPAS yang ada di Kabupaten Bandung Barat itu, Selasa (22/9). “Kami cek, zona 5 hampir penuh, ” cetusnya.
Herman melanjutkan, situasi tersebut perlu segera ditindaklanjuti. Karena diprediksi bakal akan penuh pada akhir tahun nanti.
Baca Juga:Pemerintah Dorong Pengembangan Jargas di Gresik dan Sidoarjo245 Lulusan Perguruan Tinggi Tasikmalaya Dilepas Magang Nasional, Bukan Sekadar Pegang Ijazah
Lalu jika dibiarkan begitu saja maka akan berdampak buruk pada wilayah Bandung Raya. “Apabila tidak ada treatment, maka Bandung Raya tidak ada alternatif untuk buang sampah, ” jelasnya.
Herman menjelaskan, pihaknya saat ini juga tengah mencari solusi. Baik jangka pendek ataupun jangka panjang untuk menambah umur TPPAS Sarimukti sembari menunggu TPPAS Legok Nangka.
“Tahap satu sampai dengan Desember nanti, kami akan lakukan treatment antara lain dengan compacting (dipadatkan.red) ataupun ikhtiar-ikhtiar lain untuk memperpanjang usia Sarimukti, ” jelasnya.
Langkah lanjutannya adalah dengan pemanfaatan teknologi penghasil RDF untuk menekan volume sampah. Herman juga mendorong dinas terkait untuk kerja keras melakukan penanganan. Agar masalah sampah itu tak berdampak buruk bagi masyarakat.
“Jadi kami dari Pemda Provinsi Jawa Barat totalitas untuk mempersiapkan agar Sarimukti optimal dan usia pakainya bisa didorong sampai dengan Desember 2027, bahkan Desember 2029,” sambungnya.
Di sisi lain, Zona 5 TPPAS Sarimukti itu juga baru dioperasikan belum lama. Atau sekitar pada pertengahan 2025 lalu. (son)
