Perkuat Kapasitas Relawan, FK Tagana Tasikmalaya Kirim Satu Anggota ke Pelatihan Survei Macan Tutul Jawa

Perkuat Kapasitas Relawan, FK Tagana Tasikmalaya Kirim Satu Anggota ke Pelatihan Survei Macan Tutul Jawa
Momen pelepasan satu anggota FK Tagana untuk mengikuti pelatihan. Foto: Tagana
0 Komentar

Keikutsertaan satu anggota dalam pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman personal. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kembali kepada anggota Tagana lainnya dan diterapkan dalam kegiatan di Kabupaten Tasikmalaya.

Jembar mengatakan, Tasikmalaya memiliki bentang wilayah yang cukup beragam, mulai dari kawasan perkotaan, perdesaan, pertanian, perkebunan hingga kawasan perbukitan dan hutan. Kondisi tersebut membuat wawasan mengenai lingkungan menjadi salah satu aspek yang penting dimiliki relawan.

“Harapannya, ilmu yang didapat tidak hanya disimpan oleh anggota yang mengikuti pelatihan. Tetapi bisa ditularkan kepada teman-teman Tagana lainnya dan kemudian diaplikasikan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga:Kebutuhan Air Bersih di Musim Kemarau Kian Tinggi, Tagana Salurkan Puluhan Ribu Liter untuk WargaKemarau Belum Usai, Tagana Terus Pasok Air Bersih untuk Warga Tasikmalaya

Menurut dia, penguatan kapasitas anggota menjadi salah satu investasi penting bagi organisasi kerelawanan. Semakin beragam pengetahuan yang dimiliki anggota, semakin banyak pula ruang kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Selama ini Tagana dikenal sebagai relawan sosial yang memiliki peran dalam penanganan berbagai kondisi kedaruratan dan bencana. Namun, perkembangan persoalan di lapangan membuat kemampuan relawan perlu terus disesuaikan, termasuk dalam isu lingkungan dan konservasi.

Karena itu, FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya membuka peluang bagi anggotanya untuk mengikuti berbagai kegiatan peningkatan kapasitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Tagana harus terus belajar. Tantangan di lapangan semakin beragam. Jadi kompetensi anggota juga harus berkembang, bukan hanya soal kebencanaan, tetapi juga kemanusiaan, lingkungan dan hal-hal lain yang memiliki keterkaitan dengan tugas relawan,” kata Jembar.

Ia berharap keikutsertaan dalam pelatihan JWLS dapat menjadi langkah awal untuk membangun jejaring dan pengetahuan yang lebih luas terkait pemantauan lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Dengan demikian, keberadaan Tagana tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan setelah bencana, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam upaya membangun kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan sebelum persoalan berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.

“Intinya, setiap kesempatan belajar harus bisa memberikan manfaat. Kami berharap anggota yang mengikuti pelatihan ini nantinya mampu membawa pengetahuan tersebut kembali ke Tasikmalaya dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan,” pungkas Jembar. (Hen)

0 Komentar