Pengamat Tawarkan Konsep Aglomerasi

Lahan sawah di Kota Bandung yang makin terjepit bangunan. (Son)
Lahan sawah di Kota Bandung yang makin terjepit bangunan. (Son)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pengamat Kebijakan Publik Unpad, Yogi Suprayogi Sugandi punya pandangan berbeda soal rencana pembangunan RS Derwati. Menurutnya rencana itu lebih baik direalisasikan.

Yogi menguraikan, konteks Kota Bandung saat ini sudah bukan lagi kota yang notabene kota agraris, namun sudah lebih mengarah ke kota metropolitan.

Kondisi itu membuat memang cukup sulit jika harus memaksakan keberadaan lahan pertanian. Kota metropolitan memiliki pertumbuhan yang cukup pesat baik penduduk maupun infrastruktur.

Baca Juga:Trimulia Amankan Tiket Final Usai Kalahkan Juara Bertahan CharetsPenabur Cirebon Kembali ke Final, Siap Tantang Siapa Pun Lawannya

Kebutuhan fasilitas publik juga perlu ditingkatkan termasuk dalam hal ini fasilitas kesehatan. “Kota metropolitan juga ada kebutuhan soal fasilitas kesehatan,” katanya, Selasa (22/9).

Menurut Yogui, rencana pembangunan RS yang diadu dengan gagasan ketahanan pangan juga terlalu dipaksakan. Ia memahami bahwa ketahanan pangan memang penting dan tak bisa dihilangkan, mengingat hal itu merupakan kebutuhan dasar.

Namun melihat realita kondisi sawah di Kota Bandung yang hanya tersisa sedikit, tentu sangat dipaksakan jika kota kembang harus mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan warganya, khususnya beras.

Ia lebih menyarankan konsep aglomerasi. Artinya kerja sama dengan daerah – daerah sekitar Kota Bandung atau Bandung Raya untuk pemenuhan kebutuhan ketahanan pangan warga Bandung. Konsep itu lebih realistis.

“Daerah yang banyak sawahnya di sekitar Kota Bandung, itu digandeng agar menjualnya ke Kota Bandung. Dan Bandung daya belinya juga tinggi, ” jelasnya.(son)

0 Komentar