Dr. Agus berharap para mahasiswa baru tidak hanya beradaptasi dengan lingkungan akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan serta memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan potensi dan menjadi agen perubahan.
Salah satu momen penting adalah pelantikan mahasiswa baru oleh Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Jawa Barat, Prof. Dr. (HC) Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T. Melalui pembacaan Janji Mahasiswa oleh perwakilan mahasiswa baru, prosesi itu menjadi simbol dimulainya perjalanan akademik sekaligus penguatan komitmen untuk menjalani kehidupan kampus dengan penuh tanggung jawab.
Dalam sambutannya, Prof. Eddy mengawali dengan rasa syukur karena seluruh sivitas akademika dapat berkumpul dalam suasana sehat, bahagia, dan penuh semangat untuk menyambut mahasiswa baru dari berbagai jenjang. Bertepatan dengan Dies Natalis ke-26, ia mengajak generasi baru menjadikan masa pendidikan di UNIKOM sebagai momentum membangun kompetensi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia yang semakin dinamis.
Baca Juga:Mira Widyawati: Pelaku Tendang Wanita di Mal Bisa Dihukum 5 TahunProduksi Padi dan Cabai Bogor Meningkat dalam Demplot Aplikasi Pupuk Hayati ExtraGen
Ia menegaskan bahwa mahasiswa UNIKOM tidak cukup hanya menguasai kemampuan akademik dan teknologi digital. Mereka juga perlu membangun jiwa entrepreneur, kreativitas, inovasi, serta kemampuan menciptakan nilai tambah. Pesan itu sejalan dengan identitas UNIKOM sebagai Digital Entrepreneurial University.
Menghadapi pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), mahasiswa didorong untuk beradaptasi dan memanfaatkan teknologi secara bijak. “Perkembangan AI membuka peluang baru, mulai dari pembelajaran, penelitian, analisis data, hingga penciptaan inovasi. Mahasiswa harus mampu tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga menghasilkan karya dan solusi,” tegasnya.
Komitmen itu diwujudkan melalui pengembangan ekosistem pembelajaran berbasis AI dan kolaborasi dengan Google. Kehadiran AI Learning Center/Lab AI UNIKOM menjadi bagian dari upaya membekali sivitas akademika. “You are creative,” menjadi pesan yang ditekankan Prof. Eddy. Kreativitas berarti menghasilkan sesuatu yang baru, sementara inovasi menciptakan yang berbeda dan memberi nilai tambah.
Semangat itu diharapkan tumbuh melalui pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. Ia juga mengingatkan agar teknologi digunakan secara bertanggung jawab, termasuk dalam penyusunan tugas dan karya ilmiah. AI harus menjadi sarana pendukung, bukan pengabaian proses belajar dan kejujuran akademik. Selain itu, mahasiswa didorong aktif berorganisasi untuk melatih kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab.
