“Pastinya senang banget ya. Rasanya pasti terharu dan bahagia banget bisa bawa sekolah aku sampai delapan besar. Buat aku ini pencapaian yang luar biasa sih mengingat setiap pertandingan di sini itu sudah kayak do or die,” katanya.
Tiket menuju delapan besar diperoleh Dua Empat setelah mengalahkan SMAN 23 Bandung dengan skor 31-26. SMAN 23 sempat memimpin pada kuarter pertama, tetapi keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga pertandingan berakhir.
Dua Empat juga memiliki distribusi poin yang lebih merata. Radith A P dan Rafi Purnama sama-sama menyumbangkan delapan poin. Sementara itu, SMAN 23 lebih banyak mengandalkan Kenzo Putra yang menjadi pencetak angka terbanyak dengan 13 poin.
Baca Juga:Rainer Evan Widjaja Bangkit dari Cedera, Jadi Andalan Baru Trimulia di Honda DBL with Kopi Good Day 2026Laut dan Batik Jadi Inspirasi Penampilan di AQUA DBL Dance 2026 West Java-East
Hasil tersebut memastikan Dua Empat melaju ke babak delapan besar dan akan menghadapi SMAN 9 Bandung.
Bagi Rasyid, pencapaian tersebut menjadi salah satu bagian dari target besarnya di musim terakhir. Ia masih memiliki ambisi pribadi untuk masuk dalam First Team dan mendapatkan kesempatan mengikuti DBL Camp.
“Kalau dari aku sendiri, aku ingin bisa terpilih masuk jadi First Team dan berangkat ke DBL Camp. Kan kata orang mimpi itu nggak boleh nanggung. Kalau bisa yang tinggi sekalian. Nah, mimpi aku bisa berangkat ke DBL Camp dan belajar banyak hal di sana,” tandasnya.
Kini satu mimpi telah berhasil diwujudkan Rasyid. Setelah tiga tahun menunggu dan melewati berbagai hasil pertandingan, akhirnya membawa SMAN 24 Bandung kembali ke babak delapan besar. Sebuah pencapaian yang menjadi bukti dari proses dan kerja kerasnya selama memperkuat Dua Empat.
