JABAR EKSPRES – Panggung AQUA DBL Dance 2026 West Java-East menjadi wadah bagi para pelajar untuk menampilkan kekayaan budaya dan alam Indonesia melalui kreativitas seni tari.
Dua tim, yakni SMA 1 BPK Penabur Bandung dan SMAN 24 Bandung, mengangkat kekayaan Nusantara yang memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat. SMA 1 BPK Penabur Bandung membawa tema kelestarian laut, sementara SMAN 24 Bandung mengeksplorasi batik sebagai warisan budaya Indonesia melalui perpaduan dengan AQUA.
Kedua penampilan tersebut hadir dengan konsep berbeda, tetapi sama-sama membawa pesan tentang pentingnya mengenal, menjaga, dan merawat kekayaan Indonesia. Kreativitas para dancer menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai tersebut kepada generasi muda.
SMA 1 BPK Penabur Bandung
Baca Juga:Kirani Azka, Siswi SMAN 21 Bandung dengan Segudang Prestasi di Tari dan TaekwondoEmpat Tim Junior DBL Dance Bandung Hadirkan Cerita Indonesia dengan Gaya Berbeda
Tim dance SMA 1 BPK Penabur Bandung menghadirkan pertunjukan bertajuk “TEMA RENAISSANCE”. Dengan mengusung tema “100% Indonesia”, mereka menyoroti karakter Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas.
Dalam pertunjukan tersebut, laut tidak hanya dipandang sebagai wilayah yang memisahkan satu pulau dengan pulau lainnya. Lebih dari itu, laut digambarkan sebagai salah satu sumber kekayaan alam yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia.
Pesan mengenai kelestarian laut disampaikan melalui rangkaian gerakan yang energik dan penuh penghayatan. Penampilan tersebut mengajak generasi muda untuk semakin peduli terhadap kondisi laut sekaligus menjaga keindahan dan kekayaan bahari Indonesia.
Melalui konsep tersebut, SMA 1 BPK Penabur Bandung juga ingin menumbuhkan rasa bangga terhadap Indonesia beserta kekayaan alam yang dimilikinya.
SMAN 24 Bandung
Sementara itu, tim dance SMAN 24 Bandung mengusung konsep “Batik x AQUA”. Pertunjukan ini mempertemukan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia dengan AQUA yang digambarkan sebagai bagian dari keseharian masyarakat.
Batik ditempatkan sebagai simbol budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Sementara itu, kehadiran AQUA dalam konsep pertunjukan menggambarkan kehidupan modern yang berjalan berdampingan dengan nilai-nilai tradisional.
Melalui koreografi yang dinamis, para dancer memadukan unsur estetika batik dengan konsep kesegaran AQUA. Perpaduan tersebut dikemas dengan pendekatan kreatif yang sesuai dengan karakter generasi muda.
