JABAR EKSPRES – Pemprov Jabar bakal menambah target cover asuransi bagi pekerja informal. Rencananya bisa mengcover 5,4 juta kepala keluarga pada 2027 nanti.
Hal itu diungkapkan Gubernur Dedi Mulyadi, Senin (21/9). Ia menguraikan, di 2026 ini program cover asuransi bagi pekerja non informal itu juga sudah berjalan.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten/Kota seluruh Provinsi Jawa Barat sudah mengasuransikan 1 juta pekerja informal, ” katanya.
Dedi melanjutkan, target itu akan ditambah yakni untuk anggaran 2027.
Baca Juga:245 Lulusan Perguruan Tinggi Tasikmalaya Dilepas Magang Nasional, Bukan Sekadar Pegang IjazahEmpat Tim Dance Angkat Ragam Cerita Indonesia di AQUA DBL Dance 2026 West Java-East
“Di tahun 2027 kami mentargetkan 5,4 juta kepala keluarga pekerja informal mendapat jaminan asuransi ketenagakerjaan, yang preminya dibayarkan oleh Pemprov dan Pemerintah Kabupaten/Kota di seluruh Provinsi Jawa Barat,” terangnya.
Dedi merincikan, ada beberapa kategori pekerja informal yang bakal mendapatkan cover itu. Seperti para petani, nelayan, buruh bangunan, sopir, ojeg online, ojeg pangkalan, pedagang asongan, asisten rumah tangga, kuli minggu, dan kelompok pekerja informal lainnya.
Dari cover jaminan itu, masyarakat bisa mendapatkan beberapa manfaat, seperti berobat dengan cover asuransi ketenagakerjaan.
“Pengalaman, ada di Bekasi sampai Rp500 juta dibayarkan,” cetusnya.
Lalu apabila mendapat kecelakaan kerja, jaminan kesehatannya pengobatannya dijamin. Dan apabila meninggal karena kecelakaan kerja, mendapat santunan keluarganya Rp72 juta ditambah asuransi untuk jaminan pendidikan dari mulai TK sampai perguruan tinggi untuk dua orang anak.
Dedi juga menjelaskan, untuk memudahkan, masyarakat juga bisa mengakses fasilitas itu lewat aplikasi yang disediakan Pemprov yakni Asuransi Aing di Sapa Warga. (son)
