Dari Reses dan Medsos, Begini Cara Fitriyani Dorong Literasi Politik Perempuan Gen Z Kota Cimahi

Dari Reses dan Medsos, Begini Cara Fitriyani Dorong Literasi Politik Perempuan Gen Z Kota Cimahi
Ketua DPC PPP Kota Cimahi yang juga Anggota Komisi I DPRD Kota Cimahi, Fitriyani Angelina (Mong)
0 Komentar

“Politik itu harus dikemas dengan santai. Politik itu harus dikemas dalam media sosial, jangan hanya melulu pada saat pemilu,” katanya.

Isu yang diangkat pun sebaiknya dekat dengan kehidupan sehari-hari Gen Z, mulai dari lapangan pekerjaan, transportasi, persoalan sosial, teknologi hingga media sosial.

“Jadi politik itu harus bisa membahas tentang isu-isu strategis yang dekat dengan anak-anak muda terutama di Kota Cimahi,” ujar Fitriyani.

Baca Juga:Ahmad Luthfi Sebut Jawa Tengah Rumah Bersama untuk Seluruh EtnisDBL Camp Jadi Modal Fahar untuk Menjalani Musim Terakhir Bersama Delapan

Ia menyebut TikTok, Instagram hingga Facebook dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi untuk meningkatkan literasi politik perempuan Kota Cimahi, terutama dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Selain reses dan media sosial, keterlibatan anak muda juga dilakukan melalui komunitas Wargi Fitri atau WiFi. Komunitas tersebut disebut telah berdiri sejak 2017 dan melibatkan banyak anak muda, khususnya di wilayah Cimahi Selatan.

Komunitas Wargi Fitri menjadi salah satu wadah yang mempertemukan anak muda dengan berbagai kegiatan sosial sekaligus membuka ruang keterlibatan generasi muda dalam isu kepemimpinan dan politik.

Dalam pengembangannya, politik dinilai perlu dikemas semenarik mungkin agar Gen Z Kota Cimahi tertarik mencari tahu lebih jauh. Narasi yang digunakan juga diharapkan tidak terlalu rumit sehingga pesan politik dapat diterima dengan lebih mudah oleh generasi muda.

Kehadiran perempuan muda dalam ruang politik juga dinilai dapat menjadi contoh bahwa kepemimpinan politik tidak hanya menjadi ruang bagi laki-laki. Fitriyani sendiri menyebut posisinya sebagai Ketua DPC PPP Kota Cimahi dapat menjadi gambaran bahwa perempuan muda memiliki kesempatan untuk berada di posisi strategis.

“Contohnya, saya hari ini di Kota Cimahi menjadi Ketua DPC PPP Kota Cimahi, itu kan salah satu contoh kepada perempuan-perempuan muda bahwa saya bisa menjadi ketua partai di Kota Cimahi,” ucapnya.

Di tengah tantangan literasi sosial-politik Gen Z, Fitriyani berharap perempuan muda di Kota Cimahi tidak lagi ragu menyampaikan gagasan maupun kritik. Menurutnya, keterlibatan perempuan dibutuhkan untuk ikut membangun Kota Cimahi.

Baca Juga:Dari Semarang ke Bandung, Papi Okky Jadi Saksi Tembakan Penentu Sky di Honda DBL with Kopi Good DayDari Sekolah hingga Alumni, Ada Banyak Tangan di Balik Langkah Arzenic

Baginya, literasi politik bukan tentang membuat anak muda harus memilih siapa. Literasi politik adalah membuat mereka mampu memahami mengapa mereka memilih, memahami kebijakan yang berdampak kepada kehidupannya, dan berani menjadi bagian dari proses demokrasi.

0 Komentar