Dari Reses dan Medsos, Begini Cara Fitriyani Dorong Literasi Politik Perempuan Gen Z Kota Cimahi

Dari Reses dan Medsos, Begini Cara Fitriyani Dorong Literasi Politik Perempuan Gen Z Kota Cimahi
Ketua DPC PPP Kota Cimahi yang juga Anggota Komisi I DPRD Kota Cimahi, Fitriyani Angelina (Mong)
0 Komentar

“Jangan hanya diberikan informasi, tapi tetap diajak komunikasi, dialog interaktif dengan anak-anak muda,” ucapnya.

Upaya tersebut, kata Fitriyani, telah dilakukan melalui kegiatan reses maupun hearing sebagai anggota DPRD Kota Cimahi. Dalam forum tersebut, perempuan dan anak muda diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendapatkan informasi mengenai kondisi Kota Cimahi.

“Karena reses itu kan tiga kali dalam setahun, hearing juga ada. Di situ saya memberikan kesempatan kepada mereka bukan hanya menyampaikan aspirasi, tetapi saya juga memberikan informasi terkait dengan kondisi Kota Cimahi hari ini,” katanya.

Baca Juga:Ahmad Luthfi Sebut Jawa Tengah Rumah Bersama untuk Seluruh EtnisDBL Camp Jadi Modal Fahar untuk Menjalani Musim Terakhir Bersama Delapan

Persoalan lain yang turut memengaruhi literasi politik perempuan Gen Z adalah pemahaman yang terbentuk dari pendidikan, kebiasaan, hingga budaya di masyarakat. Fitriyani menyebut masih ada anggapan bahwa politik merupakan ranah laki-laki dan hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu.

“Kalau menurut saya adalah pemahaman, karena pendidikan dan kebiasaan serta budaya selama ini yang dibangun oleh masyarakat bahwa politik itu hanya untuk laki-laki dan kalangan-kalangan tertentu,” ujar Fitriyani.

Padahal, menurutnya, perempuan muda memiliki kesempatan yang sama untuk ikut menentukan arah kebijakan politik. Karena itu, keterlibatan perempuan dalam politik perlu terus dibuka melalui ruang partisipasi yang nyata.

“Padahal perempuan muda juga punya kesempatan yang sama untuk menentukan arah kebijakan politik hari ini untuk masa depan,” katanya.

Fitriyani pun mengaku selalu berupaya melibatkan perempuan dan anak muda dalam setiap agenda reses. Tidak hanya mendengarkan aspirasi, tetapi juga mengawal aspirasi tersebut agar dapat diperjuangkan dan direalisasikan.

Di era digital, literasi sosial-politik Gen Z Kota Cimahi juga dinilai tidak bisa dilepaskan dari media sosial. Fitriyani mengatakan edukasi politik harus mengikuti pola komunikasi generasi muda yang sehari-hari dekat dengan platform digital.

“Mau tidak mau anak-anak muda zaman sekarang kan pasti di handphone-nya selalu membuka media sosial. Kita harus bisa memberikan edukasi yang masuk ke dalam kehidupan mereka,” tuturnya.

Baca Juga:Dari Semarang ke Bandung, Papi Okky Jadi Saksi Tembakan Penentu Sky di Honda DBL with Kopi Good DayDari Sekolah hingga Alumni, Ada Banyak Tangan di Balik Langkah Arzenic

Karena itu, literasi politik Gen Z menurut Fitriyani perlu dikemas dengan cara yang lebih santai dan relevan. Politik, kata dia, jangan hanya muncul ketika momentum pemilu berlangsung.

0 Komentar